Peneliti ciptakan simulator kuantum pemecah rekor untuk material

Para ilmuwan di Australia telah mengembangkan simulator kuantum terbesar hingga saat ini, menggunakan 15.000 qubit untuk memodelkan material kuantum eksotis. Perangkat ini, yang dikenal sebagai Quantum Twins, dapat membantu mengoptimalkan superkonduktor dan zat canggih lainnya. Dibangun dengan menanamkan atom fosfor ke dalam chip silikon, perangkat ini menawarkan kontrol tak tertandingi atas sifat elektron.

Michelle Simmons dan timnya di Silicon Quantum Computing di Australia telah mengungkap Quantum Twins, simulator kuantum yang terdiri dari 15.000 qubit yang disusun dalam kisi persegi. Ini menandai perangkat terbesar sejenis hingga kini, melampaui array sebelumnya yang terbuat dari ribuan atom yang sangat dingin. Dengan menanamkan atom fosfor ke dalam chip silikon, para peneliti mengubah setiap atom menjadi qubit, memungkinkan pengaturan presisi yang meniru struktur atomik pada material nyata. Simulator ini memungkinkan kontrol rinci atas sifat elektron, seperti kesulitan menambahkan elektron ke titik kisi atau mengaktifkan 'loncatan' elektron antar titik. Kemampuan ini esensial untuk memahami aliran listrik dalam material. Simmons menyatakan, «Skala dan kontrolabilitas yang kami capai dengan simulator ini berarti kami kini siap menangani beberapa masalah menarik sekali.» Ia menambahkan, «Kami merancang material baru dengan cara yang sebelumnya tak terpikirkan dengan secara harfiah membangun analognya atom demi atom.» Dalam uji coba, tim memsimulasikan transisi antara perilaku logam dan isolator dalam model matematis tentang bagaimana pengotor memengaruhi arus listrik. Mereka juga mengukur koefisien Hall sistem di berbagai suhu, mengungkap respons terhadap medan magnet. Komputer konvensional kesulitan dengan sistem dua dimensi besar dan interaksi elektron kompleks, tetapi Quantum Twins menjanjikan di sini. Ke depan, perangkat ini dapat mengeksplorasi superkonduktor tidak konvensional, yang beroperasi dalam kondisi lebih ringan daripada tradisional tetapi memerlukan wawasan mikroskopis lebih dalam untuk aplikasi suhu kamar. Ia juga dapat menyelidiki antarmuka logam-molekul yang relevan untuk pengembangan obat dan fotosintesis buatan. Temuan tersebut muncul di Nature (DOI: 10.1038/s41586-025-10053-7).

Artikel Terkait

MIT terahertz microscope revealing quantum vibrations in a superconductor crystal, with scientists observing in a lab.
Gambar dihasilkan oleh AI

MIT builds terahertz microscope to observe quantum motions in superconductors

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Physicists at MIT have developed a new microscope using terahertz light to directly observe hidden quantum vibrations inside a superconducting material for the first time. The device compresses terahertz light to overcome its wavelength limitations, revealing frictionless electron flows in BSCCO. This breakthrough could advance understanding of superconductivity and terahertz-based communications.

Researchers have used two quantum computers and two supercomputers to simulate a molecule with 12,635 atoms, breaking the previous record. The hybrid approach targeted protein-ligand complexes relevant to drug discovery. The achievement marks progress toward practical quantum simulations despite current hardware limitations.

Dilaporkan oleh AI

Researchers in Australia have developed and tested what is described as the world's first proof-of-concept quantum battery, which charges faster as it scales up. Led by CSIRO in partnership with the University of Melbourne and RMIT, the prototype leverages quantum mechanics for rapid energy absorption. Findings were published in Light: Science & Applications.

Researchers have reduced the quantum computing power required to break the widely used RSA encryption algorithm by a factor of ten, to about 100,000 qubits. This advancement builds on prior work and highlights growing vulnerabilities in current security systems. However, significant engineering challenges persist in building such machines.

Dilaporkan oleh AI

Researchers in China have demonstrated heat flowing from cold to hot in a quantum system, potentially requiring updates to the second law of thermodynamics. Using a molecule as qubits, the team manipulated quantum information to achieve this reversal. The finding highlights differences between classical and quantum physics.

An international team of researchers has achieved a milestone in quantum communication by teleporting the polarization state of a single photon between two separate quantum dots over a 270-meter open-air link. The experiment, conducted at Sapienza University of Rome, demonstrates the potential for quantum relays in future quantum networks. The findings were published in Nature Communications.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak