Ring akhiri kesepakatan dengan Flock Safety setelah keributan iklan Super Bowl

Ring milik Amazon telah mengakhiri kemitraannya dengan Flock Safety setelah backlash atas iklan Super Bowl. Keputusan ini datang di tengah kekhawatiran yang muncul di sektor teknologi keamanan. WIRED melaporkan perkembangan tersebut dalam ringkasan berita keamanan terbarunya.

Pengumuman ini menyoroti ketegangan di industri teknologi pengawasan. Menurut WIRED, Ring, anak perusahaan Amazon, telah membatalkan kesepakatannya dengan Flock Safety, perusahaan yang dikenal dengan sistem pengenalan plat nomor otomatis. Langkah ini menyusul keributan seputar iklan Super Bowl, meskipun detail spesifik kontroversi tetap terbatas dalam laporan yang tersedia. Perkembangan ini ditampilkan sebagai cerita utama dalam ringkasan berita keamanan WIRED yang diterbitkan pada 14 Februari 2026. Artikel tersebut juga menyebutkan topik terkait seperti rencana Meta untuk mengintegrasikan pengenalan wajah ke kacamata pintar mereka dan keluhan keamanan nasional yang melibatkan Jared Kushner, tetapi pembatalan Ring-Flock tetap menjadi fokus utama. Kata kunci yang terkait dengan liputan termasuk keamanan siber, keamanan nasional, Meta, pengenalan wajah, dan Amazon, yang menekankan implikasi yang lebih luas untuk privasi dan kemitraan teknologi. Tidak ada jadwal waktu lebih lanjut atau kutipan dari pihak terkait yang dirinci dalam materi sumber.

Artikel Terkait

Illustration of Ring ending Flock Safety partnership after Super Bowl ad backlash over privacy and surveillance concerns.
Gambar dihasilkan oleh AI

Ring membatalkan kemitraan Flock Safety setelah backlash iklan Super Bowl

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Ring milik Amazon telah mengakhiri integrasi yang direncanakan dengan perusahaan pengawasan Flock Safety setelah kritik luas terhadap iklan Super Bowl. Iklan tersebut, yang dimaksudkan untuk mempromosikan fitur pencarian hewan peliharaan hilang, malah menyoroti kekhawatiran privasi terkait pengenalan wajah dan akses penegak hukum. Senator Ed Markey dan kritikus online menyebut iklan itu distopia, mendorong Ring untuk membatalkan kesepakatan yang diumumkan bulan Oktober lalu.

CEO Ring Jamie Siminoff menunjukkan dalam email internal bahwa fitur Search Party perusahaan, yang awalnya untuk mencari anjing hilang, bisa berkembang menjadi alat untuk mengurangi kejahatan di lingkungan. Email tersebut, yang didapatkan oleh 404 Media, membayangkan masa depan di mana teknologi membantu 'menghapus kejahatan di lingkungan'. Ring membantah rencana pengawasan massal, menekankan bahwa fitur tersebut fokus pada pelacakan anjing.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah gugatan class-action telah diajukan terhadap Meta, menuduh perusahaan tersebut menyesatkan konsumen mengenai fitur privasi kacamata pintar Ray-Ban miliknya. Gugatan tersebut menyusul laporan Swedia yang mengungkapkan bahwa kontraktor di Kenya meninjau rekaman sensitif yang ditangkap oleh perangkat tersebut, termasuk penggunaan kamar mandi dan momen intim. Meta telah mengonfirmasi menggunakan peninjau manusia untuk beberapa data tetapi mengklaim perlindungan privasi telah diterapkan.

Di CES 2026, Meta memamerkan aplikasi baru untuk pita pergelangan tangan neural EMG di luar kacamata pintar, termasuk kontrol mobil dan teknologi bantu untuk disabilitas. Perusahaan juga menunda ekspansi internasional kacamata Ray-Ban Display karena permintaan tinggi dan pasokan terbatas. Fitur baru seperti teleprompter dan pengenalan tulisan tangan diumumkan untuk kacamata tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Gugatan kelas yang diajukan di Pengadilan Distrik AS di Maine menuduh Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan administrasi Trump melanggar hak Amandemen Pertama melalui penggunaan perangkat lunak pengenalan wajah dan alat pengawasan lainnya. Gugatan tersebut menuduh agen federal menargetkan warga yang merekam aktivitas mereka di ruang publik selama operasi penegakan imigrasi. Penggugat meminta perintah pengadilan untuk menghentikan praktik ini dan menghapus catatan terkait.

Di kantor Google di New York, prototipe kacamata pintar menampilkan fitur canggih seperti terjemahan real-time dan integrasi aplikasi. Perangkat ini, yang memadukan bantuan AI dengan teknologi wearable, siap diluncurkan pada 2026 oleh perusahaan besar. Tren ini menandakan pergeseran menuju pendamping realitas tertambah sehari-hari.

Dilaporkan oleh AI

Meta telah mengisyaratkan headset mendatang meskipun sektor realitas virtual menghadapi tantangan. Perusahaan juga mengungkap peningkatan kecerdasan buatan yang terinspirasi dari konsep fiksi ilmiah. Hal ini muncul di tengah pertanyaan apakah laporan penurunan VR dilebih-lebihkan.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak