Rwanda memperoleh pendapatan $161.5 juta dari layanan perjalanan yang dibeli oleh wisatawan asing antara November 2025 dan Januari 2026, menurut Institut Statistik Nasional Rwanda. Kedatangan melalui udara menyumbang sebagian besar pendapatan ini, sementara aktivitas rekreasi seperti trekking gorilla mendorong sebagian besar pengeluaran. Angka-angka tersebut menyoroti pentingnya pariwisata yang semakin meningkat bagi perekonomian negara.
Institut Statistik Nasional Rwanda melaporkan bahwa pelancong internasional membelanjakan RWF 236 miliar, setara dengan sekitar $161.5 juta, untuk layanan perjalanan selama periode tiga bulan dari November 2025 hingga Januari 2026. Pendapatan ini menggarisbawahi posisi Rwanda sebagai salah satu destinasi perjalanan yang berkembang paling cepat di Afrika di antara negara-negara Afrika lainnya. Pelancong udara menyumbang porsi terbesar, menghasilkan RWF 199 miliar atau $136.7 juta. Perjalanan rekreasi menyumbang sekitar $65 juta, dengan pengalaman trekking gorilla menyusun 71.4 persen dari jumlah tersebut. Gorilla gunung Rwanda tetap menjadi daya tarik utama bagi pengunjung berbelanja tinggi yang mencari atraksi satwa liar eksklusif. Pengeluaran pengunjung bervariasi menurut asal. Pelancong Amerika Utara memimpin dengan kontribusi $40.8 juta. Mereka yang tiba melalui perbatasan darat membelanjakan $24.9 juta, termasuk $11.3 juta untuk kunjungan ke teman dan kerabat. Di dalam wilayah tersebut, pengunjung dari Komunitas Afrika Timur membelanjakan $19.7 juta. Sementara itu, perjalanan keluar negeri oleh warga Rwanda mencapai total $95.9 juta, dengan $64.4 juta untuk perjalanan udara dan $22.2 juta untuk perjalanan bisnis. Destinasi regional mendominasi, karena warga Rwanda membelanjakan $53.9 juta di negara-negara Komunitas Afrika Timur lainnya dan $31.5 juta untuk perjalanan perbatasan darat, sebagian besar untuk kunjungan keluarga. Pariwisata memainkan peran penting dalam perekonomian Rwanda. Menurut Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia, sektor ini menghasilkan $647 juta pada 2024, menyumbang 9.8 persen dari PDB nasional. Statistik terbaru menekankan bagaimana pariwisata satwa liar dan peningkatan konektivitas sedang memperkuat pendapatan devisa.