Beberapa negara Asia Tenggara memperkenalkan atau mempertahankan pajak pariwisata pada 2026 untuk mendanai praktik berkelanjutan dan infrastruktur. Thailand akan membebankan biaya masuk 300 baht bagi wisatawan asing mulai Februari, sementara Bali mewajibkan pembayaran satu kali IDR 150,000. Malaysia menerapkan pajak kamar per malam, dan Vietnam tidak memiliki biaya masuk khusus tetapi diskusi pajak sedang berlangsung.
Pada 2026, kebijakan pariwisata di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) berkembang dengan biaya baru yang bertujuan mendukung pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Thailand telah menyetujui pungutan 300 baht, setara dengan sekitar USD 8-10, untuk hampir semua wisatawan asing yang tiba melalui udara, darat, atau laut. Biaya ini, yang berlaku mulai Februari 2026, mengalokasikan sekitar 70 baht per orang untuk cakupan asuransi pengunjung saat tiba, dengan sisanya mendanai peningkatan fasilitas umum, sistem keamanan, dan infrastruktur di kawasan wisata. Detail pengumpulan di perbatasan dan bandara sedang diselesaikan pada awal 2026. On Indonesia's Bali island, the tourism levy remains at IDR 150,000, or roughly USD 10, per foreign tourist for each visit. This one-time payment can be made online via the Love Bali portal or at entry points like airports, providing a digital voucher or QR code as proof. The funds support environmental conservation, cultural preservation, and improvements in areas such as Ubud, Seminyak, and Uluwatu, helping manage the impact of growing visitor numbers. Malaysia focuses on accommodation with its Tourism Tax of RM10 per room per night for foreign passport holders staying in paid lodging nationwide. Collected by hotels or booking platforms at check-in or reservation, this fee applies regardless of property type and aids marketing efforts and infrastructure in destinations like Kuala Lumpur, Penang, and Langkawi. Malaysian citizens and residents are exempt. Vietnam, as of March 2026, lacks a dedicated tourist entry tax but applies standard value-added tax and other service fees. Discussions continue on potential reforms to balance tourism growth with sustainability. These measures reflect a regional push to fund tourism while addressing overtourism. Travelers should account for these costs in budgets for trips to these destinations.