Malaysia telah memperkuat promosi pariwisata ke India melalui acara seperti SATTE 2026 di New Delhi, bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di bawah kampanye Visit Malaysia 2026. Upaya ini menargetkan segmen kunci seperti MICE dan pernikahan destinasi, berdasarkan 1,6 juta pengunjung India pada 2025. Koneksi antara kota-kota India dan destinasi Malaysia seperti Kuala Lumpur, Penang, dan Langkawi berkembang melalui penerbangan yang ditingkatkan.
Malaysia berpartisipasi secara menonjol di SATTE 2026, yang diadakan di Yashobhoomi Convention Centre di New Delhi pada 27 Februari 2026. Acara tersebut menjadi platform bagi delegasi Malaysia, yang dipimpin oleh pejabat Tourism Malaysia dan melibatkan 55 mitra industri dari hotel, operator tur, dan otoritas negara bagian. Batik Air bertindak sebagai mitra maskapai resmi, menekankan peran penerbangan dalam pertumbuhan pariwisata. n nInisiatif ini merupakan bagian dari peta jalan Visit Malaysia 2026 yang lebih luas, yang bertujuan memperdalam hubungan dengan pasar India. Sebelum SATTE, Tourism Malaysia berpartisipasi dalam Outbound Travel Mart di Mumbai dan misi penjualan di Visakhapatnam, Coimbatore, dan Bengaluru dari 5 hingga 14 Februari 2026. Strategi ini melampaui kota-kota besar, mengakui peningkatan perjalanan keluar dari lokasi Tier-2 India. n nPada 2025, Malaysia menerima 1,6 juta pengunjung dari India, peningkatan 14,6 persen dari tahun sebelumnya. Lebih dari 240 penerbangan mingguan menghubungkan kota-kota India utama dengan gerbang seperti Kuala Lumpur, Penang, dan Langkawi, dioperasikan oleh maskapai seperti Malaysia Airlines, AirAsia, IndiGo, dan Batik Air. Fasilitasi visa telah mempermudah perjalanan untuk segmen liburan dan bisnis. n nFokus mencakup acara MICE, memanfaatkan venue seperti Malaysia International Trade and Exhibition Centre di Kuala Lumpur, dan pernikahan destinasi di resor Langkawi dan situs warisan Penang. Visit Malaysia 2026 menampilkan lebih dari 300 festival dan acara nasional, menawarkan itinerary bertema untuk pelancong India. Pendekatan terkoordinasi ini menyatukan penerbangan, perhotelan, dan pariwisata untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam perjalanan bilateral.