Kepolisian San Francisco menangkap seorang pria berusia 20 tahun pada Kamis pagi setelah ia diduga melempar bom molotov ke kediaman CEO OpenAI Sam Altman di North Beach. Sebelum ditangkap, tersangka sempat mengancam akan membakar kantor pusat OpenAI. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Petugas Departemen Kepolisian San Francisco menanggapi panggilan investigasi kebakaran di kawasan North Beach sekitar pukul 04.12 waktu setempat pada 10 April. Di lokasi kejadian, mereka mengetahui bahwa seorang pria tak dikenal telah melemparkan alat pembakar, yang diidentifikasi sebagai bom molotov, ke sebuah rumah hingga menyulut api di gerbang luar. Menurut pernyataan SFPD yang dibagikan di X, tersangka melarikan diri dengan berjalan kaki. Polisi menangkapnya sekitar satu jam kemudian saat menyelidiki keluhan terpisah di kantor pusat OpenAI di San Francisco, tempat pria yang sama mengancam akan membakar gedung tersebut. SFPD mengonfirmasi penangkapan itu dan mencatat tidak ada korban luka. Lihat pernyataan terbaru kami mengenai insiden yang terjadi pagi ini di sebuah kediaman di North Beach. Petugas telah melakukan penangkapan, dan tidak ada korban luka yang dilaporkan akibat insiden ini. pic.twitter.com/t4DsF31uxh — San Francisco Police (@SFPD) 10 April 2026. Seorang juru bicara OpenAI mengatakan kepada Wired, “Pagi ini, seseorang melemparkan bom molotov ke rumah Sam Altman dan juga melontarkan ancaman di kantor pusat kami di San Francisco. Untungnya, tidak ada yang terluka. Kami sangat menghargai respons cepat SFPD dan dukungan dari pihak kota dalam membantu menjaga keselamatan karyawan kami. Pelaku sudah dalam tahanan, dan kami membantu pihak kepolisian dalam penyelidikan mereka.” Tim keamanan perusahaan OpenAI juga memberi tahu para karyawan mengenai insiden tersebut.