Hakim AS tolak klaim penipuan Elon Musk terhadap OpenAI

Seorang hakim AS telah menolak klaim penipuan Elon Musk dalam gugatannya terhadap OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman. Kasus ini akan berlanjut ke persidangan atas tuduhan pelanggaran amanah amal dan pengayaan yang tidak adil. Pemilihan juri dijadwalkan akan dimulai pada hari Senin, dengan argumen pembuka menyusul pada hari Selasa.

Elon Musk, salah satu pendiri OpenAI, mengajukan gugatan yang menuduh organisasi tersebut dan Sam Altman meninggalkan misi nirlaba aslinya. Seorang hakim AS memutuskan untuk menolak klaim penipuan tersebut namun mengizinkan dakwaan lainnya untuk dilanjutkan. Musk menuntut ganti rugi sebesar $150 miliar dari divisi amal OpenAI, sebagaimana dilaporkan oleh The Economic Times. Pemilihan juri untuk persidangan dimulai hari Senin, diikuti dengan argumen pembuka pada hari Selasa. Perselisihan ini berpusat pada pergeseran OpenAI dari komitmen awalnya untuk mengembangkan kecerdasan umum buatan demi kepentingan publik menuju model yang berorientasi profit. OpenAI telah membela strukturnya, menyatakan bahwa hal tersebut sejalan dengan upaya memajukan AI secara aman. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai alasan hakim yang diberikan dalam putusan tersebut, namun keputusan ini mempersempit ruang lingkup perkara menjelang persidangan.

Artikel Terkait

Courtroom illustration depicting jury selection in Elon Musk v. OpenAI trial in Oakland federal court.
Gambar dihasilkan oleh AI

Juri terpilih dalam persidangan Musk lawan Altman di pengadilan Oakland

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Juri telah terpilih pada hari Senin di pengadilan federal di Oakland, California, untuk gugatan Elon Musk terhadap OpenAI dan Sam Altman. Beberapa anggota juri menyatakan kekhawatiran mengenai Musk dan teknologi AI, namun meyakinkan pengadilan bahwa mereka dapat tetap bersikap tidak memihak. Persidangan ini berpusat pada tuduhan bahwa OpenAI telah meninggalkan misi nirlabanya.

OpenAI menuduh Elon Musk melakukan taktik hukum mendadak di menit terakhir menjelang persidangan mereka yang akan datang. Dalam berkas pengadilan, perusahaan tersebut menyebut proposal terbaru Musk tidak tepat secara hukum. Persidangan dijadwalkan dimulai pada 27 April.

Dilaporkan oleh AI

xAI milik Elon Musk gagal mendapatkan injungsi awal untuk menghalangi Undang-Undang Majelis California 2013, yang mewajibkan perusahaan AI mengungkapkan detail data pelatihan. Hakim Distrik AS Jesus Bernal memutuskan bahwa xAI gagal menunjukkan bahwa undang-undang tersebut mengungkap rahasia dagang atau menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki. Perusahaan kini harus mematuhi undang-undang tersebut, yang berlaku sejak Januari, sementara gugatan berlanjut.

Seorang hakim federal di Miami menolak upaya Tesla untuk membatalkan putusan juri senilai 243 juta dolar terkait kecelakaan fatal tahun 2019 yang melibatkan sistem Autopilot perusahaan. Putusan ini mempertahankan keputusan dari persidangan yang menemukan bukti sangat mendukung putusan tersebut. Keputusan ini menghabiskan opsi Tesla di tingkat pengadilan sidang di tengah gugatan berkelanjutan atas teknologi bantuan pengemudi.

Dilaporkan oleh AI

Seorang Hakim Distrik AS telah menolak dengan tegas gugatan antimonopoli X yang mengeklaim bahwa para pengiklan bersekongkol untuk memboikot platform tersebut. Hakim Jane Boyle memutuskan bahwa X gagal menunjukkan kerugian konsumen yang disyaratkan untuk sebuah gugatan antimonopoli. Keputusan ini muncul setelah para pengiklan menarik iklan mereka dengan alasan kekhawatiran terhadap moderasi konten di X.

CEO Nvidia Jensen Huang telah menepis laporan yang menunjukkan bahwa perusahaan sedang mundur dari investasi signifikan di OpenAI. Berbicara di Taipei, Huang menekankan dukungannya terhadap perusahaan AI tersebut dan menyatakan bahwa kesepakatan itu bisa menjadi investasi terbesar Nvidia yang pernah ada, meskipun tidak mendekati angka 100 miliar dolar AS yang dibahas sebelumnya. Hal ini muncul di tengah pengumuman sebelumnya dan spekulasi baru-baru ini tentang kemajuan kemitraan tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Elon Musk menyatakan bahwa orang-orang meremehkan kedatangan robot humanoid, khususnya Optimus milik Tesla, dalam responsnya kepada pengusaha Peter Diamandis di media sosial. Diamandis membandingkan skeptisisme terhadap robot dengan keraguan atas internet pada 1993. Musk menekankan keunggulan Tesla dalam mengembangkan kecerdasan buatan umum dalam bentuk humanoid.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak