OpenAI menuduh Elon Musk melakukan taktik hukum mendadak di menit terakhir menjelang persidangan mereka yang akan datang. Dalam berkas pengadilan, perusahaan tersebut menyebut proposal terbaru Musk tidak tepat secara hukum. Persidangan dijadwalkan dimulai pada 27 April.
OpenAI mengajukan tanggapan pada hari Jumat yang mengkritik perubahan terbaru Elon Musk terhadap gugatannya terhadap perusahaan tersebut dan Microsoft. OpenAI menyebut tindakan itu sebagai 'taktik hukum mendadak', dan menuduh Musk menjebak para tergugat serta menciptakan kekacauan dalam proses persidangan sembari mengubah narasi publiknya. Berkas tersebut menggambarkan proposal tersebut sebagai 'tidak tepat secara hukum dan tidak didukung oleh fakta', sebagaimana pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg. Musk mengubah gugatannya awal bulan ini untuk mengarahkan ganti rugi apa pun ke unit nirlaba OpenAI dan berupaya menuntut pencopotan CEO Sam Altman dari perannya dan posisi dewan direksi. Gugatan awal yang diajukan oleh Musk pada tahun 2024 menuduh bahwa OpenAI telah meninggalkan misi nirlabanya dengan beralih menjadi perusahaan berorientasi laba dengan dukungan Microsoft. OpenAI dan Microsoft telah membantah melakukan kesalahan. Musk menuntut antara $79 miliar hingga $134 miliar atas keuntungan yang dianggap tidak sah. Persidangan tetap dijadwalkan untuk dimulai pada 27 April.