Hard drive DNA yang dapat ditulis ulang memungkinkan penyimpanan data selama berabad-abad

Membangun atas inovasi penyimpanan DNA sebelumnya seperti pita kaset DNA 2025, para ilmuwan telah mengungkapkan hard drive berbasis DNA yang dapat ditulis ulang yang menyimpan data dalam jumlah besar selama berabad-abad dalam volume kecil. Dilaporkan oleh TechRadar pada 8 Maret 2026, perangkat ini memungkinkan penghapusan, penimpaan, dan penulisan ulang secara berulang—mengatasi keterbatasan utama konsep-konsep sebelumnya.

Inovasi ini memajukan penyimpanan data DNA dengan memungkinkan penulisan ulang berulang, sebuah tantangan bagi prototipe sebelumnya seperti pita kaset DNA berkapasitas tinggi yang dikembangkan di Tiongkok. TechRadar melaporkan perangkat baru ini menyimpan informasi selama berabad-abad dalam ruang mikroskopis, menjadikannya pengubah permainan untuk pengarsipan jangka panjang. Berbeda dengan hard drive tradisional yang didera kegagalan mekanis dan masa pakai pendek, sistem DNA ini menggunakan molekul biologis untuk ketahanan dan kepadatan luar biasa. Ini dibangun berdasarkan penelitian biologi sintetik, meskipun detail tentang tim atau metodologi masih belum diungkapkan. Aplikasi potensial mencakup penelitian ilmiah, pelestarian sejarah, dan retensi data aman. Meskipun detail peluncuran praktis masih menunggu, perkembangan ini menandakan kemajuan menuju solusi penyimpanan 'abadi'.

Artikel Terkait

Australia-based start-up Cortical Labs has announced plans to construct two data centres using neuron-filled chips. The facilities in Melbourne and Singapore will house its CL1 biological computers, which have demonstrated the ability to play video games like Doom. The initiative aims to scale up cloud-based brain-computing services while reducing energy consumption.

Dilaporkan oleh AI

Scientists have identified a method to create multiple copies of quantum information by encrypting them with a one-time decryption key, sidestepping the no-cloning theorem. This approach, developed by Achim Kempf and colleagues at the University of Waterloo, was tested on an IBM quantum processor. The technique could enhance redundancy in quantum computing and storage systems.

Northwestern University researchers report they have printed flexible “artificial neurons” that generate realistic electrical spike patterns and can trigger responses in living mouse brain tissue. The team says the work, published April 15 in Nature Nanotechnology, could help advance brain-machine interfaces and more energy-efficient, brain-inspired computing.

Dilaporkan oleh AI

New technologies are allowing researchers to peer into the nanoscale workings of the human immune system. Immunologist Daniel Davis highlighted these advances at WIRED Health. The insights could transform approaches to diseases like cancer.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak