SoftBank meningkatkan efisiensi jaringan dengan AI-RAN dan Red Hat OpenShift

SoftBank, operator seluler terkemuka di Jepang berdasarkan volume data, memanfaatkan teknologi AI-RAN untuk meningkatkan pemanfaatan aset di jaringannya yang padat. Perusahaan ini berfokus pada koordinasi untuk mengoptimalkan spektrum dan infrastruktur komputasi. Ia menggunakan Red Hat OpenShift untuk meningkatkan efisiensi konsumsi daya dan kinerja jaringan.

SoftBank menangani jumlah data terbesar di antara operator seluler Jepang, beroperasi di lingkungan jaringan yang sangat padat di mana koordinasi yang efektif memainkan peran krusial. Untuk mengatasi tantangan ini, SoftBank telah mengadopsi AI-RAN, teknologi yang bertujuan meningkatkan pemanfaatan aset di spektrum dan infrastruktur komputasi. Pendekatan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menyederhanakan operasi di lanskap telekomunikasi Jepang yang kompetitif. Menurut postingan Red Hat, implementasi AI-RAN oleh SoftBank membantu mengelola kompleksitas jaringan yang padat. Detail lebih lanjut menyoroti bagaimana SoftBank mengoptimalkan konsumsi daya dan kinerja jaringan secara keseluruhan melalui integrasi Red Hat OpenShift. Platform ini memungkinkan pengelolaan sumber daya yang lebih baik dan peningkatan efisiensi. Pengumuman ini bertepatan dengan diskusi di MWC26, seperti yang ditunjukkan oleh hashtag dalam postingan. Untuk informasi lebih lanjut tentang strategi SoftBank, sumber daya tersedia melalui tautan yang dibagikan Red Hat. Perkembangan ini menegaskan inovasi berkelanjutan dalam telekomunikasi seluler, khususnya di pasar dengan volume data tinggi seperti Jepang.

Artikel Terkait

Photo of Red Hat announcing OpenShift 4.20 at KubeCon, featuring stage presentation with AI and security visuals, and an engaged audience.
Gambar dihasilkan oleh AI

Red Hat mengumumkan OpenShift 4.20 di KubeCon

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Di KubeCon + CloudNativeCon, Red Hat mengungkap OpenShift 4.20, versi baru dari platformnya yang bertujuan menyatukan TI perusahaan dari mesin virtual lama hingga beban kerja AI. Rilis ini menekankan keamanan yang ditingkatkan, kemampuan AI yang dipercepat, dan dukungan virtualisasi yang diperluas. Pengumuman tambahan menyoroti efisiensi pelanggan dan kemajuan open source.

Samsung Electronics and KT have proven the stable operation of 6G artificial intelligence radio access network (AI-RAN) technology on a commercial network, confirming its viability in real-world conditions. A field test involving around 18,000 users in parts of Seongnam, Gyeonggi Province, demonstrated the technology's ability to automatically apply optimal configurations for each user and avoid connectivity issues.

Dilaporkan oleh AI

Red Hat mengumumkan kolaborasi dengan NVIDIA untuk mengintegrasikan perangkat lunak open source perusahaan dengan sistem AI skala rak. Kemitraan ini bertujuan mempercepat inovasi AI siap produksi, dimulai dengan dukungan Red Hat Enterprise Linux untuk platform Rubin milik NVIDIA. Ekspansi mendatang akan mencakup Red Hat OpenShift dan Red Hat AI.

SUSE dan Parallel Wireless menyajikan platform GreenRAN mereka pada SUSE Telco Cloud di Mobile World Congress 2026. Demonstrasi tersebut menonjolkan solusi berkinerja tinggi dan hemat energi untuk jaringan akses radio. Pengunjung dapat melihat demo langsung di Hall 2, Stand 2C31.

Dilaporkan oleh AI

Platform Rubin milik NVIDIA menandai era baru dalam AI, menekankan penalaran terintegrasi dan koordinasi daripada sekadar kekuatan komputasi. Perusahaan tersebut bermitra dengan SUSE untuk mengintegrasikan platform ini dengan alat Linux dan manajemen Rancher milik SUSE. Kolaborasi ini bertujuan memberikan fondasi yang kuat untuk penskalaan operasi AI di perusahaan.

Japan's economy ministry will provide financial support to domestic companies for processing vast amounts of data for machine learning. The focus is on manufacturing sector data to enhance the performance of domestically developed AI, strengthening product competitiveness and productivity. The ministry plans to invest ¥1 trillion over five years starting from fiscal 2026.

Dilaporkan oleh AI

Laporan baru mengungkapkan bahwa 69% organisasi Jepang telah melihat dampak yang meningkat dari sumber terbuka selama tahun lalu. The State of Open Source in Japan 2025 memeriksa bidang kepemimpinan, kesenjangan tata kelola dan keamanan, serta hubungannya dengan daya saing dan tarik-menarik talenta. Ini menekankan peran sumber terbuka dalam transformasi digital.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak