Blackout Sumatra dorong percepatan pembangunan transmisi listrik

Pemadaman listrik di Sumatra pada 22 Mei 2026 mendorong seruan untuk memperkuat jaringan transmisi dan memberikan kompensasi kepada pelanggan.

Pemadaman listrik massal terjadi di beberapa wilayah Sumatra dan Aceh lebih dari 24 jam pada 22 Mei 2026. Gangguan ini dipicu masalah pada saluran transmisi 275 kilovolt Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi akibat cuaca buruk menurut Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyatakan blackout tersebut menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 500 kilovolt yang sudah masuk dalam RUPTL. Ia menekankan bahwa proses pembebasan lahan dan perizinan lintas wilayah sering menghambat proyek tersebut.

Praktisi hukum Rahmat Hidayat menilai PLN wajib memberikan kompensasi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Ketenagalistrikan. Ia meragukan alasan cuaca sebagai penyebab utama karena data BMKG menunjukkan kondisi hanya berawan hingga hujan ringan.

Artikel Terkait

Illustration of restored power system in Sumatra with glowing lights and workers.
Gambar dihasilkan oleh AI

Sumatra electricity system returns to normal

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

PT PLN (Persero) completed restoration of the electricity system across Sumatra following a widespread outage on Friday, May 22, 2026.

Rotating blackouts hit Luzon and the Visayas this week, revealing heavy reliance on a few major power plants and transmission lines. The National Grid Corp. of the Philippines raised red and yellow alerts on May 13 and 14 amid insufficient supply. Analysts from the Institute for Climate and Sustainable Cities warned that disruptions in shared facilities can cascade into wider shortages.

Dilaporkan oleh AI

The National Grid Corp. of the Philippines has asked the Philippine National Police to investigate possible sabotage on the Ilijan-Tayabas 500-kV line. The request follows a conductor severance that caused a major power disruption.

Indonesia's Satgas PRR for Sumatra disasters is accelerating the construction of 36,669 permanent housing units for victims of hydrometeorological disasters in Aceh, North Sumatra, and West Sumatra. Construction will start after Idulfitri 1447 H/2026 using two main schemes: in situ and communal relocation. Coordination with local governments is set to begin soon.

Dilaporkan oleh AI

The Satgas PRR is accelerating repairs to roads and bridges in Aceh, North Sumatra, and West Sumatra to restore connectivity for survivors of the hydrometeorological disaster. As of April 18, nearly all damaged national and local roads and bridges are functional again. Head of Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian emphasized infrastructure reconstruction as the top priority.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak