Tata Steel perkirakan peningkatan margin dari harga yang lebih tinggi dan penghematan

Tata Steel mengantisipasi margin yang lebih baik pada tahun fiskal ini berkat kenaikan harga baja, pertumbuhan volume domestik, dan penghematan biaya yang berkelanjutan. Perusahaan juga memproyeksikan peningkatan signifikan dalam realisasi di India, yang sebagian didukung oleh pembaruan kontrak otomotif. Namun, kenaikan biaya bahan baku dan tantangan operasional di Eropa dapat membatasi keuntungan tersebut.

Tata Steel mengandalkan harga baja yang lebih tinggi dan pengurangan biaya yang sedang berlangsung untuk memperkuat margin pada tahun fiskal ini. Pertumbuhan volume domestik diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan bagi kinerja keseluruhan di tengah upaya-upaya tersebut.

Artikel Terkait

Tata Steel posted a consolidated net profit of Rs 2,965 crore for the March-ended quarter. This figure represents a 147 percent increase from Rs 1,201 crore a year earlier. Revenue rose 13 percent over the same period.

Dilaporkan oleh AI

Steel Authority of India posted a sharp increase in net profit for the fourth quarter of fiscal 2026. Consolidated profit after tax climbed 47% year on year to 1,835 crore rupees. Revenue grew 5% over the same period.

Sun Pharmaceutical Industries posted robust revenue and profit increases for the March quarter. The company noted pressure on EBITDA margins due to higher investments and reduced milestone income. Outlook for the next fiscal year points to steady but moderated expansion.

Dilaporkan oleh AI

South Korea announced plans on July 1 to generate additional domestic steel demand after the European Union tightened import safeguards. Industry Minister Kim Jung-kwan led talks with local steelmakers in Seoul.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak