Tesla telah meluncurkan kampanye yang mendesak pelanggannya di New Jersey untuk menghubungi legislator negara bagian guna menentang rancangan undang-undang yang menurut perusahaan akan menghambat teknologi kemudi otomatis yang sesungguhnya.
Produsen mobil yang berbasis di Texas ini mengirimkan surel dan memposting seruan yang menargetkan Senat Bill S.1677 dan Assembly Bill A.3968. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan program percontohan kendaraan otonom selama tiga tahun, namun menyertakan persyaratan seperti adanya pengemudi keselamatan manusia, asuransi minimum bernilai jutaan dolar, dan bukti pengoperasian yang aman sejauh 100.000 mil.
Tesla berpendapat bahwa aturan tersebut menetapkan batasan sewenang-wenang yang mengabaikan kinerja dunia nyata dan lebih memihak pada pesaing yang sudah mapan. Perusahaan menyoroti bahwa lebih dari 94 persen kecelakaan serius berasal dari kesalahan manusia dan mencatat terdapat 578 kematian akibat lalu lintas di negara bagian tersebut tahun lalu.
Perusahaan menginginkan para pembuat kebijakan untuk mengadopsi standar keselamatan yang berbasis hasil dan netral terhadap teknologi, yang memungkinkan perusahaan yang memenuhi syarat untuk menguji dan menyebarkan kendaraan seperti Robotaxi miliknya. Para pendukung RUU tersebut, termasuk Senator Andrew Zwicker, menggambarkan kerangka kerja tersebut sebagai pendekatan yang hati-hati dengan pengawasan yang ketat.
Tesla mengarahkan para pemilik kendaraan ke platform advokasinya untuk mengirimkan pesan yang menyerukan amandemen sebelum persidangan dilanjutkan.