Tracy Reese meluncurkan koleksi musim gugur 2026 Hope For Flowers

Desainer Tracy Reese memamerkan koleksi siap pakai Hope For Flowers Musim Gugur 2026 yang memadukan motif syal, elemen bahari, dan motif bunga yang romantis. Koleksi ini menampilkan pola bergaya foulard dan siluet yang terinspirasi dari gaya vintage berdasarkan gambar-gambar bersejarah. Reese menekankan pada busana yang tahan lama dan tak lekang oleh waktu di tengah tren yang terus berganti.

Koleksi siap pakai Hope For Flowers Musim Gugur 2026 karya Tracy Reese menyoroti tren busana bermotif syal yang masih bertahan. Ia menggabungkan motif bergaya foulard dengan bunga, paisley, dan geometris, termasuk sebuah desain gambar tangan bertuliskan 'Look for the silver lining, because we need that right now.' Motif bandana berwarna nila dan putih yang menonjol muncul pada mantel trench dan dalam rona warna senada di bagian lain. Motif syal juga melapisi bagian dalam kancing kemeja, beberapa di antaranya menampilkan monogram Hope for Flowers, yang selaras dengan tema seragam dan bahari dalam koleksi tersebut. 'Saya adalah penyuka padu padan motif,' ujar Reese, yang terlihat pada gaun dua-dalam-satu yang memadukan atasan marinière dengan bagian bawah bermotif. Sisi romantis muncul melalui motif bunga—yang menjadi esensi merek ini—dan renda ramah lingkungan yang memenuhi standarnya. Detail seperti kerah berkerut, lengan smocked, pita, dan atasan pas badan seperti rompi diambil dari riset Reese terhadap gambar perempuan kulit hitam dari akhir tahun 1800-an, yang membentuk siluet dan motifnya. 'Saya rasa saya berada di usia tertentu yang menyukai gaya vintage dan klasik,' ungkapnya. 'Saya ingin busana-busana ini tetap ada di lemari pakaian orang-orang selama mereka ingin memakainya dan selama busana tersebut awet.' Koleksi ini menyeimbangkan tren terkini dengan daya tarik yang abadi.

Artikel Terkait

Runway models at Tom Ford's provocative Fall 2026 collection show in Paris, mixing sharp suits with seductive, American Psycho-inspired elements.
Gambar dihasilkan oleh AI

Tom Ford tampilkan koleksi ready-to-wear musim gugur 2026 di Paris

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Merek Tom Ford mengungkap koleksi Ready-to-Wear Musim Gugur 2026 selama Pekan Mode Paris, menampilkan tailoring tajam yang dipadukan dengan elemen godaan dan kontras. Desainer Haider Ackermann menyoroti motif terinspirasi American Psycho, mencampur setelan rapi dengan sentuhan kemerosotan. Pertunjukan menekankan dialog antara bahan keras dan lembut, menarik perhatian dengan tampilan beragam dan provokatifnya.

Desainer Prisca Vera Franchetti meluncurkan koleksi Priscavera Ready-to-Wear musim gugur 2026, yang mengusung gaya grunge dan pakaian pesta ala tahun 1990-an. Jajaran koleksi ini menampilkan busana seksi untuk bepergian dengan sentuhan modern pada siluet era tersebut. Franchetti menekankan elemen yang menyenangkan dan kesan keren personal dalam desainnya.

Dilaporkan oleh AI

Vogue telah mengidentifikasi 11 tren mode utama dari koleksi musim gugur 2026, yang memadukan pragmatisme dengan romantisme di tengah ketidakstabilan global. Para desainer menekankan pada pakaian yang praktis, pakaian luar yang nyaman, dan elemen romantis seperti pakaian yang membentuk tubuh dan referensi sejarah. Laporan ini menyoroti fokus pada pemecahan masalah sehari-hari dalam berpakaian.

Merek fashion Inggris Tove telah merilis koleksi ready-to-wear musim gugur 2026 tanpa pertunjukan runway tradisional, fokus pada ekspansi bisnis. Direktur kreatif Holly Wright menekankan identitas Inggris merek tersebut dalam merancang lemari pakaian ringkas dan serbaguna. Potongan kunci menonjolkan pemberontakan halus dan keanehan.

Dilaporkan oleh AI

Rei Kawakubo mempresentasikan koleksi busana siap pakai musim gugur 2026 untuk Comme des Garçons di Paris, dengan fokus pada hitam sebagai warna utama untuk kreasi. Pertunjukan menampilkan desain hitam abstrak yang disela oleh sekelompok tampilan pink mengejutkan. Catatan Kawakubo menyoroti semangat pemberontak hitam serta hubungannya dengan alam semesta dan lubang hitam.

At Milan Fashion Week, Prada presented its fall/winter 2026 collection centered on layering, with models walking the runway four times to reveal evolving outfits. Street style outside the show highlighted the brand's signature elements like off-kilter colors and quirky accessories. The event underscores the influence of designers Miuccia Prada and Raf Simons on contemporary fashion.

Dilaporkan oleh AI

Marine Serre berkolaborasi dengan Museum Louvre untuk koleksi ready-to-wear musim gugur 2026, menampilkan potongan kuttur dari bahan daur ulang seperti potongan teka-teki Mona Lisa. Desainer ini melewatkan pertunjukan runway tradisional untuk menekankan kerajinan lambat, menyajikan karyanya melalui lookbook yang memadukan seni dan pakaian olahraga. Ini menandai kemitraan keduanya dengan museum tersebut, menyusul mantel tapestry daur ulang di pameran Louvre Couture tahun lalu.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak