Koleksi musim gugur 2026 Comme des Garçons menekankan hitam

Rei Kawakubo mempresentasikan koleksi busana siap pakai musim gugur 2026 untuk Comme des Garçons di Paris, dengan fokus pada hitam sebagai warna utama untuk kreasi. Pertunjukan menampilkan desain hitam abstrak yang disela oleh sekelompok tampilan pink mengejutkan. Catatan Kawakubo menyoroti semangat pemberontak hitam serta hubungannya dengan alam semesta dan lubang hitam.

Pertunjukan busana siap pakai musim gugur 2026 Comme des Garçons berlangsung di Paris pada 7 Maret 2026. Pertunjukan dibuka dengan 16 tampilan hitam sepenuhnya, masing-masing menampilkan kompleksitas teknis melalui shirring, ruching, layering, tulle, dan bordir pada bentuk-bentuk abstrak masif. Musik terhenti setelah tampilan-tampilan ini, menciptakan momen hening sebelum enam versi pink dari desain sebelumnya muncul. Potongan-potongan besar dan membungkus dalam pink manis ini bergerak rapat di runway sempit, menyulitkan pemotretan penuh. Sistem suara kemudian dilanjutkan dengan “Adagio in G Minor” karya Tomaso Albinoni, yang dikomposisikan ulang oleh Ugo Nardini untuk acara tersebut.  nnDalam catatan pertunjukannya, Rei Kawakubo menyatakan: “Pada akhirnya, ada hitam. Hitam Pamungkas. Saya menyadari bahwa, setelah semua, hitam adalah warna untuk saya. Itulah yang terkuat, terbaik untuk kreasi, dan warna yang mewujudkan semangat pemberontak. Dan memiliki makna terbesar: Alam Semesta dan Lubang Hitam.” Pernyataan ini menggemakan pertunjukan menswear bulan Januari yang berjudul 'Black Hole', yang ditutup dengan tampilan putih sepenuhnya untuk kontras dengan kegelapan.  nnKoleksi tersebut mencakup elemen-elemen familiar seperti gumpalan dan tonjolan, proyeksi samping menyerupai mesin roket, gaun 2D yang diubah menjadi mantel sculptural, volume stalaktit abstrak, serta bola-bola bertumpuk yang sering kali condong ke atas. Kain-kain seperti lace, sequins, brocades, fringe, dan chiffon di-shirring, digantung, diikat menjadi pita, atau dirakit untuk membangkitkan sulur wisteria. Aksen muncul dalam ikat pinggang satin bantalan merah, putih, atau hijau serta isian putih di bawah tonjolan pinggul. Desain-desain tetap feminin dan bermartabat meskipun abstrak, memicu pertanyaan interpretatif, seperti apakah panel melengkung membangkitkan ubin terra-cotta Mediterania atau wig hakim Inggris, serta fringe menyerupai ubur-ubur atau badai meteor.  nnDibandingkan dengan gaya Brutalis musim sebelumnya dengan goresan kuas tebal, koleksi ini menyisipkan tekstur detail ke dalam kegelapan. Pertunjukan tersebut menegaskan dominasi hitam untuk musim gugur 2026.

Artikel Terkait

Runway model showcasing Noir Kei Ninomiya's gothic-floral fall 2026 collection at Paris Fashion Week.
Gambar dihasilkan oleh AI

Noir Kei Ninomiya unveils fall 2026 ready-to-wear collection in Paris

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Tokyo-based designer Noir Kei Ninomiya presented his fall 2026 ready-to-wear collection at Paris Fashion Week, blending dark goth elements with emerging floral motifs to convey positivity amid global sadness. The show featured spiky metal structures, ribcage-inspired pieces, and whimsical headpieces, soundtracked by a discordant cacophony. Backstage, Ninomiya emphasized escaping depression through passion.

During Paris Fashion Week for fall 2026 women's ready-to-wear collections, several designers presented unconventional hair and makeup styles that deviated from natural glam. These imaginative creations highlighted a spicier approach to beauty on the runways. Labels like Comme des Garçons and Rick Owens stood out with their gravity-defying and otherworldly designs.

Dilaporkan oleh AI

Junya Watanabe showcased his fall 2026 ready-to-wear collection at Paris Fashion Week on March 7, drawing inspiration from refuse and raw materials to create innovative designs. The show, titled 'The Art of Assemblage Couture,' featured Irina Shayk opening and Maggie Maurer closing the runway. Watanabe emphasized creative instinct over conventional dressmaking, highlighting themes of circularity in fashion.

The Tom Ford brand unveiled its Fall 2026 Ready-to-Wear collection during Paris Fashion Week, featuring sharp tailoring blended with elements of seduction and contrast. Designer Haider Ackermann highlighted motifs inspired by American Psycho, mixing pristine suits with hints of debauchery. The show emphasized dialogues between hard and soft materials, drawing attention for its diverse and provocative looks.

Dilaporkan oleh AI

Gabriele Colangelo presented a fall 2026 ready-to-wear collection in Milan that emphasized graphic minimalism and utilitarian practicality for women. The lineup featured unexpected elements like puffy bombers and sculptural tailoring, balancing structure with fluidity. The show highlighted the designer's ongoing exploration of the female form through innovative materials and silhouettes.

Lacoste showcased its fall/winter 2026 ready-to-wear collection at Stade Roland Garros during Paris Fashion Week on March 8, 2026. Creative director Pelagia Kolotouros drew inspiration from a rain-soaked 1923 tennis match involving founder René Lacoste, blending sportswear with 1980s influences and a collaboration with Mackintosh. Celebrities including Aubrey Plaza, Amy Adams, and Kieran Culkin attended the event.

Dilaporkan oleh AI

At Paris Fashion Week, Matthieu Blazy presented his sophomore fall 2026 ready-to-wear collection for Chanel, inspired by founder Coco Chanel's ideas on functional and fantastical dresses. The show at the Grand Palais featured a construction-site set with primary-colored cranes, symbolizing a work in progress. Blazy drew from a 1950s interview with Coco Chanel, emphasizing dresses that 'crawl' for day and 'fly' for evening.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak