Runway scene from Yohji Yamamoto's kimono-inspired fall 2026 collection at Paris Fashion Week in Hôtel de Ville, with draped models and attentive audience.
Runway scene from Yohji Yamamoto's kimono-inspired fall 2026 collection at Paris Fashion Week in Hôtel de Ville, with draped models and attentive audience.
Gambar dihasilkan oleh AI

Yohji Yamamoto meluncurkan koleksi ready-to-wear musim gugur 2026 di Paris

Gambar dihasilkan oleh AI

Selama Paris Fashion Week, desainer berusia 82 tahun Yohji Yamamoto mempresentasikan koleksi ready-to-wear musim gugur 2026-nya, yang terinspirasi dari kimono Jepang dan seniman Katsushika Hokusai. Pertunjukan di Hôtel de Ville menampilkan siluet berlapis dan cetakan cerah, mendorong tamu untuk mengamati tanpa merekam. Yamamoto menekankan kreativitas yang berkelanjutan di tengah kekhawatiran global.

Pertunjukan ready-to-wear musim gugur 2026 Yohji Yamamoto berlangsung di Hôtel de Ville selama Paris Fashion Week pada 6 Maret 2026. Kartu ucapan di kursi mendesak para hadirin untuk menyerap pengalaman runway dengan mata daripada ponsel, sentuhan khas dari desainer berusia 82 tahun tersebut. 0nKoleksi tersebut membayangkan ulang pakaian tradisional Jepang melalui kimono modern yang memadukan penghormatan dan pemberontakan. Siluet mengalir dengan draperi yang bebas, menampilkan kain yang diikat, tekstil kontras, dan jubah yang dibangun di atas dasar hitam. Cetakan cerah dari seniman periode Edo Katsushika Hokusai menambahkan ledakan warna, termasuk motif flamingo dan garis psychedelic, yang dilapisi dengan tekstur jacquard dan kotak-kotak halus. Kain berkisar dari katun indigo dan flanel hingga beludru, crêpe sutra, anyaman damask, dan linen, menonjolkan industri tenun Jepang. 0nPakaian membungkus model tanpa mengencang, dengan kain diikat tinggi di bahu, digantung rendah dari belakang, atau disilangkan dalam syal. Rok mengalir dan terlipat, sementara volume menggumpal dan dilepaskan secara intuitif. Penampilan plaid earthy yang didekonstruksi membangkitkan nuansa grunge, kontras dengan gulungan kain bergaris dan renda halus yang mengingatkan pada potret Van Dongen. Sepatu tenis kanvas mengintegrasikan strip thong geta, dan sarang rambut vertikal menciptakan efek halo di bawah lampu panggung. 0nYamamoto menarik paralel dengan Hokusai, yang terus berinovasi hingga kematiannya dan memengaruhi seniman Eropa seperti Monet melalui Japonisme. Di belakang panggung, ia menyatakan, “Jika saya tidak melakukan [ini], saya akan bosan, tahu? Kita harus—kita, bukan [hanya] saya—selalu berkreasi, dan kita membutuhkan passion ini.” Ia menggambarkan karya Hokusai sebagai “sangat menarik, sangat mengejutkan,” sambil menambahkan dengan tatapan berbinar, “Tapi putrinya membantu dia,” di dekat putrinya sendiri, Limi Yamamoto. 0nFinale menampilkan lima model dalam rajutan sederhana dan alas kaki geta kayu, dengan rambut menjulang tinggi dan lapisan halus. Yamamoto mengomentari tantangan dunia saat ini: “terlalu banyak perang, saya tidak suka.” Ia menyatakan bahwa penampilan siap jalanan itu akan tampak “aneh,” menandakan pergeseran dari koleksi sebelumnya yang membahas perubahan iklim dan perang.

Apa yang dikatakan orang

Reaksi di X terhadap koleksi ready-to-wear musim gugur 2026 Yohji Yamamoto sebagian besar positif, menyoroti siluet berlapis yang menakjubkan, cetakan terinspirasi Hokusai, serta fusi elemen tradisional Jepang seperti kimono dan geta dengan kreativitas modern. Penggemar mode dan media membagikan video serta foto runway, memuji finale megah dan inovasi berkelanjutan oleh desainer berusia 82 tahun tersebut. Penampakan selebriti di baris depan menimbulkan kegembiraan tambahan di kalangan penggemar.

Artikel Terkait

Runway model showcasing Noir Kei Ninomiya's gothic-floral fall 2026 collection at Paris Fashion Week.
Gambar dihasilkan oleh AI

Noir Kei Ninomiya memperkenalkan koleksi ready-to-wear musim gugur 2026 di Paris

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Desainer berbasis Tokyo Noir Kei Ninomiya mempresentasikan koleksi ready-to-wear musim gugur 2026-nya di Paris Fashion Week, memadukan elemen goth gelap dengan motif bunga yang muncul untuk menyampaikan positivitas di tengah kesedihan global. Pertunjukan tersebut menampilkan struktur logam berduri, potongan terinspirasi tulang rusuk, dan aksesori kepala yang whimsikal, diiringi oleh kegaduhan yang tidak selaras. Di belakang panggung, Ninomiya menekankan melarikan diri dari depresi melalui semangat.

Fresh from a V&A exhibition in London, Japanese designer Ryunosuke Okazaki showcased his Tokyo Fall 2026 collection on the runway. The show featured extraordinary exoskeletons that blend armor-like spikes with human tenderness, marking his first foray into ready-to-wear pieces.

Dilaporkan oleh AI

Junya Watanabe memamerkan koleksi busana siap pakai musim gugur 2026-nya di Paris Fashion Week pada 7 Maret, dengan mengambil inspirasi dari limbah dan bahan baku untuk menciptakan desain inovatif. Pertunjukan itu, berjudul 'The Art of Assemblage Couture,' menampilkan Irina Shayk membuka dan Maggie Maurer menutup runway. Watanabe menekankan insting kreatif di atas pembuatan busana konvensional, sambil menyoroti tema sirkularitas dalam fashion.

Paris menjadi pemberhentian terakhir bulan fashion, menyusul pertunjukan di New York, London, dan Milan. Para desainer mempresentasikan koleksi yang memadukan tradisi dengan inovasi, mulai dari inspirasi floral Dior hingga eksplorasi dualitas Schiaparelli. Acara ini menyoroti bakat-bakat baru dan rumah mode mapan secara sama.

Dilaporkan oleh AI

Desainer Zuhair Murad mempresentasikan koleksi busana siap pakai musim gugur 2026-nya pada Pekan Mode Paris, terinspirasi dari potret-potret Giovanni Boldini. Pertunjukan tersebut menonjolkan perpaduan kemewahan dan pengendalian, menangkap feminitas kompleks seperti yang terlihat pada elit Belle Époque. Potongan kunci menampilkan penjahitan arsitektural, motif bunga, dan elemen glamour retro.

Pekan Mode Paris Musim Gugur 2026 dimulai pada 2 Maret, bertepatan dengan pidato Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang penangkalan nuklir. Para peserta berkumpul untuk sembilan hari pertunjukan runway meskipun iklim geopolitik. Seorang editor mencatat ketidaknyamanan itu, mengatakan, “Rasanya waktu yang salah untuk memposting outfit saya.”

Dilaporkan oleh AI

Miuccia Prada dan Raf Simons mempresentasikan koleksi pakaian wanita musim gugur 2026 di Fondazione Prada di Milan, menampilkan 15 model yang berjalan di runway empat kali masing-masing, secara bertahap melepas lapisan untuk mengungkapkan pakaian yang berevolusi. Pertunjukan menekankan sifat transformatif pakaian di tengah perubahan konstan. Desainer menyoroti mutasi dari dalam pakaian, memadukan kerusakan dan kemewahan.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak