AS mulai terapkan tarif baru hingga 12,5 persen bagi 60 mitra dagang

Amerika Serikat akan memberlakukan tarif impor baru mulai Jumat ini terhadap barang dari 60 negara mitra dagang termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa.

Kebijakan tersebut diberlakukan karena mitra dagang dinilai belum cukup melarang impor barang yang diproduksi melalui kerja paksa. Pengumuman disampaikan Kamis menjelang berakhirnya tarif global 10 persen yang berlaku sejak Februari.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan Presiden Trump menyadari upaya persuasi moral selama beberapa dekade belum berhasil memberantas kerja paksa dari rantai pasok global. Ia menambahkan Amerika Serikat telah menerapkan larangan impor barang hasil kerja paksa selama hampir satu abad.

Tarif baru ini didasarkan pada kewenangan hukum berbeda dari tarif sebelumnya yang hanya berlaku 150 hari kecuali diperpanjang Kongres.

Artikel Terkait

Illustration of US imposing new tariffs on imported goods at a shipping port
Gambar dihasilkan oleh AI

United States imposes new tariffs on 60 trading partners

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The United States on Friday imposed new tariffs of 10 percent and 12.5 percent on goods from 60 trading partners, alleging failures to curb imports made by forced labor, replacing an expiring temporary global tariff.

US President Donald Trump introduces new tariffs of up to 12.5 percent on imports from 60 countries starting Friday. The EU is affected along with Taiwan, Japan and Switzerland. The US government justifies the move with insufficient action against forced labor.

Dilaporkan oleh AI

President Trump has replaced an expiring global tariff with new duties on goods from 59 countries and the European Union. The measures took effect at 12:01 a.m. Eastern on Friday.

Malacañang said the Philippines does not condone forced labor as it rejected the US Trade Representative’s proposed additional tariffs on the country.

Dilaporkan oleh AI

U.S. Trade Representative Jamieson Greer has sent a letter rebutting a Washington Post editorial that criticized proposed tariffs on South Korea and other economies over forced labor concerns.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak