Seorang pria berusia 18 tahun asal Wisconsin menghadapi berbagai tuntutan pidana berat setelah penembakan di sebuah McDonald's di Milwaukee yang dipicu oleh perselisihan terkait dua minuman karamel Frappe. Insiden pada 17 Juni tersebut menyebabkan empat orang terluka.
Jahzir Collins didakwa dengan empat tuduhan pidana berat karena membahayakan keselamatan orang lain sebagai pihak yang terlibat dalam kejahatan, satu tuduhan penggunaan senjata api secara ceroboh sebagai pihak yang terlibat dalam kejahatan, dan dua tuduhan melanggar syarat jaminan.
Rekaman CCTV menunjukkan Collins memasuki gerai di Capitol Drive bersama dua pria dan dua wanita lainnya. Setelah seorang karyawan membuang minuman yang dipesan dan menolak melayani, Collins diduga meminta pekerja tersebut untuk keluar. Di tempat parkir, dia dilaporkan berteriak kepada pria lain untuk menembak, yang menyebabkan beberapa peluru ditembakkan ke arah pintu.
Tembakan tersebut memecahkan kaca pintu masuk dan membuat pelanggan di dalam berhamburan. Polisi menemukan sembilan selongsong peluru di tempat kejadian. Manajer gerai kemudian memberi tahu penyelidik bahwa kelompok tersebut telah mengancam staf dengan senjata yang dilengkapi alat pemicu otomatis (switch) dan memperingatkan bahwa mereka akan menembaki restoran itu hingga penuh lubang peluru.
Collins dan pria lainnya melarikan diri ke arah utara di Holton Avenue, sementara para wanita berlari ke arah selatan. Sebuah laporan anonim pada 22 Juni membantu penyelidik mengidentifikasi dirinya. Departemen Kepolisian Milwaukee telah merilis foto dua orang yang dicari terkait insiden tersebut.