Kanker Payudara

Ikuti
Young woman reviews aggressive breast cancer mammogram with doctor amid stats on screening gaps for women aged 18-49.
Gambar dihasilkan oleh AI

Studi menghubungkan kanker payudara agresif pada wanita muda dengan celah dalam pedoman skrining

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Tinjauan 11 tahun terhadap diagnosis kanker payudara dari pusat pencitraan rawat jalan di New York barat menemukan bahwa wanita berusia 18 hingga 49 tahun menyumbang sekitar seperlima hingga seperempat semua kasus, dengan banyak tumor pada usia di bawah 40 tahun digambarkan sebagai invasif dan secara biologis agresif. Temuan tersebut, yang disajikan di pertemuan Radiological Society of North America, menekankan seruan untuk penilaian berbasis risiko lebih awal bagi wanita muda.

Amanda Peet, 54, membagikan perjalanan kanker payudaranya dalam sebuah esai di New Yorker, setelah didiagnosis pada Agustus 2025 di tengah masa perawatan rumah sakit orang tuanya. Aktris tersebut merinci bagaimana pemeriksaan rutin berubah menjadi berita serius namun dapat diobati, serta kehilangan anggota keluarga. 💔

Dilaporkan oleh AI

Uppsala resident Kim Höglund shares her journey to rediscover her sexuality after breast cancer treatment. The diagnosis came in November 2022 when she was 37 and had recently become a mother. She wishes healthcare had better informed her about changes in intimacy and sex.

Para ilmuwan dari Francis Crick Institute dan Vividion Therapeutics telah mengembangkan senyawa kimia yang mencegah gen RAS memberi sinyal pertumbuhan tumor melalui jalur PI3K. Pengobatan tersebut menghentikan pertumbuhan tumor pada model tikus kanker paru-paru dan payudara tanpa menyebabkan efek samping seperti hiperglikemia. Kini sedang memasuki uji klinis manusia.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak