Bias perekrutan

Ikuti
Federal judge in San Francisco courtroom ruling on Tesla's alleged hiring discrimination lawsuit favoring H-1B visa holders over U.S. workers.
Gambar dihasilkan oleh AI

Hakim AS izinkan gugatan bias perekrutan Tesla dilanjutkan

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Seorang hakim federal di San Francisco memutuskan bahwa Tesla harus menghadapi gugatan kelas yang menuduh diskriminasi terhadap pekerja Amerika demi pemegang visa H-1B. Keputusan ini memungkinkan klaim dari insinyur perangkat lunak Scott Taub untuk maju, meskipun hakim menyatakan skeptisisme terhadap keberhasilan akhirnya. Tesla menyangkal tuduhan tersebut, menyebutnya tidak masuk akal.

Seorang hakim federal di California telah mengizinkan gugatan kelas aksi terhadap Tesla untuk dilanjutkan, menuduh perusahaan lebih menyukai pekerja asing dengan visa H-1B daripada warga negara AS. Gugatan yang diajukan oleh insinyur perangkat lunak Scott Taub tersebut mengklaim preferensi perekrutan sistematis dan pemutusan hubungan kerja yang tidak proporsional terhadap pekerja Amerika. Putusan tersebut memajukan kasus ke tahap penemuan, meskipun beberapa klaim ditolak.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak