Taman Nasional
Trump menuduh vandalisme merusak kolam pantul Lincoln Memorial sementara otoritas menyebut masalah pertumbuhan alga
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Presiden Donald Trump mengatakan di Truth Social bahwa para pelaku vandalisme menyayat lapisan baru kolam pantul Lincoln Memorial dan menuangkan bahan kimia korosif ke dalam air, serta mengklaim adanya sejumlah penangkapan. Hingga akhir pekan ini, pihak berwenang belum mengonfirmasi secara publik penangkapan terkait dugaan sabotase tersebut, sementara para ahli dan laporan menyatakan bahwa air kolam yang berubah hijau disebabkan oleh pertumbuhan alga.
Lincoln Memorial Reflecting Pool masih dikosongkan dan dipagari lebih dari dua minggu setelah perayaan 4 Juli karena perbaikan berlangsung jauh melampaui jadwal semula. Proyek yang awalnya diperkirakan memakan waktu dua minggu dengan biaya 2 juta dolar AS kini telah melebihi 14 juta dolar AS dengan berbagai masalah yang terus berlanjut, termasuk pertumbuhan alga dan kerusakan.
Dilaporkan oleh AI
Menteri Dalam Negeri Doug Burgum tampil di CNN pada 5 Juli untuk menanggapi laporan mengenai Lincoln Memorial Reflecting Pool. Ia menepis dugaan adanya kegagalan konstruksi dan justru menekankan adanya bukti vandalisme.
Sebuah artikel yang beredar secara online menuduh bahwa administrasi Trump menghapus Hari Martin Luther King Jr. dan Juneteenth dari hari-hari masuk gratis Layanan Taman Nasional untuk 2026 sambil menambahkan ulang tahun Donald Trump dan memberlakukan biaya lebih tinggi bagi pengunjung internasional. Pelaporan yang tersedia dan informasi resmi tidak mendukung klaim-klaim ini.
Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi
Pemerintahan Trump telah memperkenalkan pedoman baru yang meningkatkan biaya masuk untuk non-residen AS di taman nasional populer, sambil menjaga biaya tetap tidak berubah bagi warga negara Amerika. Perubahan tersebut, yang dijadwalkan berlaku pada 1 Januari 2026, bertujuan untuk meningkatkan pendanaan pemeliharaan taman melalui kontribusi lebih tinggi dari wisatawan internasional, menurut Departemen Dalam Negeri, yang menyatakan kebijakan ini memprioritaskan keluarga Amerika.