Para ilmuwan memetakan gua tersembunyi yang memasok mata air Grand Canyon

Para peneliti di Northern Arizona University telah membuat peta 3D terperinci mengenai sistem gua yang mengalirkan air ke Roaring Springs, sumber air utama bagi pengunjung dan ekosistem di Taman Nasional Grand Canyon.

Tim tersebut menggunakan pemindai LiDAR seluler untuk mendokumentasikan lebih dari 10 kilometer lorong bawah tanah selama 45 hari. Model resolusi tinggi menangkap dinding, langit-langit, dan pola retakan gua yang menunjukkan bagaimana air bergerak dari permukaan menuju mata air. Blase LaSala, seorang mahasiswa S3 yang memimpin beberapa bagian pekerjaan ini, mengatakan bahwa gua-gua tersebut berfungsi layaknya oasis bagi tumbuhan dan hewan. Profesor Temuulen Sankey mencatat bahwa gua-gua di Grand Canyon belum pernah dipetakan dalam bentuk 3D sebelumnya. Fase berikutnya dari proyek ini, yang melibatkan LiDAR udara serta data satelit mengenai pencairan salju dan lubang runtuhan, dijadwalkan akan dimulai pada awal tahun 2026. Penelitian ini bertujuan untuk melacak bagaimana air dari pencairan salju di Dataran Tinggi Kaibab mencapai mata air serta untuk mengidentifikasi risiko dari kontaminasi. Lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia bergantung pada mata air karst untuk mendapatkan air. Temuan di Grand Canyon ini dapat membantu meningkatkan pengelolaan sistem serupa di tempat lain.

Artikel Terkait

A vast valley on Mars offers new evidence that the planet once held large bodies of water. Shalbatana Vallis stretches about 1,300 kilometers near the equator and shows signs of powerful groundwater floods from billions of years ago.

Dilaporkan oleh AI

San Carlos Reservoir has dropped to less than 1 percent of capacity following an extreme lack of snow in the Gila River watershed. The low water levels triggered a massive fish kill and prompted an indefinite closure of the site on June 5, 2026.

Researchers have found that the magma reservoir beneath Japan's Kikai caldera, site of the Holocene's largest eruption 7,300 years ago, is refilling with newly injected magma. Using underwater seismic imaging, a team led by Kobe University's Nobukazu Seama mapped the reservoir and linked it to the ancient event. The discovery offers insights into how such systems rebuild after massive eruptions.

Dilaporkan oleh AI

Scientists have uncovered evidence of giant squid and hundreds of other species in deep submarine canyons off Western Australia. The findings come from an expedition that used environmental DNA analysis to explore depths exceeding 4 kilometers.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak