Studi temukan saluran tersembunyi percepat pencairan es Antartika

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa saluran di bawah lapisan es Antartika dapat memerangkap air laut yang hangat dan mempercepat pencairan dari bawah. Para peneliti berfokus pada Lapisan Es Fimbulisen di Antartika Timur dan menemukan bahwa proses ini dapat membuat wilayah yang dingin sekalipun menjadi lebih rentan. Temuan tersebut mengisyaratkan bahwa model iklim saat ini mungkin meremehkan kenaikan permukaan laut di masa depan.

Para ilmuwan menemukan bahwa bentuk bagian bawah lapisan es memainkan peran aktif dalam memerangkap panas. Saluran panjang yang terukir di dasar memungkinkan pola sirkulasi kecil menahan air yang lebih hangat menempel pada es untuk jangka waktu yang lebih lama. Efek ini meningkatkan pencairan sekitar satu tingkat besaran di beberapa area, menurut penelitian yang dipimpin oleh Tore Hattermann dan Qin Zhou.

Artikel Terkait

Studi baru menunjukkan bahwa angin yang lebih kuat dan air laut dalam yang menghangat telah memicu penurunan tajam es laut Antartika sejak 2016. Sebelumnya sempat meluas, es tersebut mencapai rekor tertinggi pada 2014 sebelum merosot ke rekor terendah. Para peneliti mengaitkan perubahan ini dengan upwelling atau naiknya air laut dalam sirkumpolar yang didorong oleh angin.

Dilaporkan oleh AI

Para ilmuwan yang menggunakan pelampung Argo selam dalam telah menentukan alasan di balik kontraksi es laut Antartika yang dramatis sejak 2016. Penurunan tersebut berasal dari pelepasan panas yang tertahan dari kedalaman laut secara drastis, yang dipicu oleh perubahan angin dan kadar salinitas. Penemuan ini menyoroti peran kunci samudra dalam variabilitas es laut.

Pada 2023, Gletser Hektoria di Semenanjung Timur Antartika mundur delapan kilometer hanya dalam dua bulan, menandai peristiwa tercepat yang tercatat. Hampir setengah gletser itu pecah karena posisinya di atas batuan dasar bawah air yang datar. Penemuan tersebut, yang dirinci dalam studi baru, menyoroti kerentanan fitur es Antartika lainnya.

Dilaporkan oleh AI

Sistem arus Samudra Atlantik utama yang mengatur iklim global telah melambat selama hampir 20 tahun. Penelitian baru memberikan bukti langsung mengenai penurunan tersebut di wilayah yang luas di Atlantik Utara.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak