Studi temukan saluran tersembunyi percepat pencairan es Antartika

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa saluran di bawah lapisan es Antartika dapat memerangkap air laut yang hangat dan mempercepat pencairan dari bawah. Para peneliti berfokus pada Lapisan Es Fimbulisen di Antartika Timur dan menemukan bahwa proses ini dapat membuat wilayah yang dingin sekalipun menjadi lebih rentan. Temuan tersebut mengisyaratkan bahwa model iklim saat ini mungkin meremehkan kenaikan permukaan laut di masa depan.

Para ilmuwan menemukan bahwa bentuk bagian bawah lapisan es memainkan peran aktif dalam memerangkap panas. Saluran panjang yang terukir di dasar memungkinkan pola sirkulasi kecil menahan air yang lebih hangat menempel pada es untuk jangka waktu yang lebih lama. Efek ini meningkatkan pencairan sekitar satu tingkat besaran di beberapa area, menurut penelitian yang dipimpin oleh Tore Hattermann dan Qin Zhou.

Artikel Terkait

Penelitian baru menunjukkan bahwa mencairnya gletser di Greenland dapat membebaskan metana dalam jumlah besar yang terperangkap sebagai hidrat di bawah es. Para ilmuwan memperingatkan bahwa proses ini, yang teramati setelah zaman es terakhir, dapat terulang kembali seiring dengan pemanasan iklim.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti telah memetakan jaringan cekungan berbentuk kipas yang masif di bawah Lapisan Es Antartika Timur, menghubungkan beberapa fitur yang sebelumnya telah diteliti menjadi satu struktur geologi yang besar. Penemuan yang dipublikasikan dalam studi tahun 2026 ini menawarkan wawasan baru mengenai masa lalu tektonik benua tersebut dan pengaruhnya terhadap pergerakan es saat ini.

Tim ilmuwan Belanda telah mempresentasikan simulasi yang menunjukkan bahwa bendungan masif di Selat Bering dapat membantu mencegah keruntuhan Sirkulasi Pembalikan Meridional Atlantik (AMOC). Usulan tersebut dipaparkan dalam konferensi geosains besar di Wina bulan ini.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah area pendinginan laut di tenggara Greenland, yang dikenal sebagai gumpalan dingin (cold blob), kemungkinan besar disebabkan oleh melambatnya Sirkulasi Pembalikan Meridional Atlantik (AMOC), menurut penelitian baru. Temuan ini menambah kekhawatiran mengenai potensi dampak iklim di masa depan di Eropa dan sekitarnya. Para ilmuwan masih terbagi mengenai penyebab pastinya.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak