Sesar California mencapai tingkat tekanan tertinggi dalam 1.000 tahun

Sebuah studi baru menemukan bahwa tekanan tektonik di sepanjang sesar San Andreas dan San Jacinto di California Selatan telah mencapai tingkat yang belum pernah terlihat dalam satu milenium terakhir. Para peneliti mengidentifikasi Cajon Pass sebagai gerbang gempa yang dapat memungkinkan terjadinya perambatan retakan di kedua sistem tersebut. Temuan yang didasarkan pada model berbasis fisika ini menyoroti kondisi yang secara historis mendahului peristiwa gempa besar yang melibatkan banyak sesar.

Studi yang dipimpin oleh Dr. Liliane Burkhard dari University of Bern ini merekonstruksi aktivitas gempa selama 1.000 tahun dengan menggunakan catatan geologis. Studi tersebut menunjukkan tekanan saat ini sebesar 3,6 MPa pada bagian San Jacinto-Bernardino dan 2,8 MPa pada bagian Mojave South dari Sesar San Andreas. Tingkat tekanan tinggi yang serupa ini mencocokkan pola yang terlihat sebelum terjadinya retakan besar yang melintasi persimpangan tersebut. Cajon Pass berfungsi sebagai gerbang gempa, di mana kondisi tekanan menentukan apakah gempa tetap berada di satu sesar atau merambat melalui keduanya. Contoh historisnya mencakup peristiwa Fort Tejon tahun 1857 yang berhenti di jalur tersebut, dan gempa Wrightwood tahun 1812 yang melewatinya. Burkhard menekankan bahwa penelitian ini bukanlah prediksi waktu terjadinya gempa. Sebaliknya, penelitian ini mendukung penilaian bahaya, perencanaan infrastruktur, dan kesiapsiagaan darurat di seluruh wilayah Los Angeles dan area sekitarnya.

Artikel Terkait

Flooded towns in Chaco province, Argentina, with submerged streets, stranded vehicles, evacuating residents, and heavy rain from extreme storm.
Gambar dihasilkan oleh AI

Extreme rains flood towns in Chaco province interior

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

A storm with record rainfall over 300 mm hit Chaco province interior on April 20, leaving towns underwater, roads impassable and several emergencies. Espinillo recorded 320 mm, while a factory in Juan José Castelli was flooded affecting 45 workers. The National Meteorological Service maintains an orange alert for storms.

A new study indicates that the Cascadia subduction zone and the northern San Andreas fault may trigger earthquakes in close succession, potentially amplifying disaster risks along the U.S. West Coast. Researchers identified evidence of such synchronization in ocean floor sediment cores spanning 3,100 years. This connection could affect cities from San Francisco to Vancouver simultaneously.

Dilaporkan oleh AI

Researchers have identified natural barrier zones on an underwater fault that act as brakes to stop earthquakes from growing larger. The findings come from detailed studies of the Gofar transform fault off Ecuador.

A 6.9 magnitude earthquake struck on Monday, May 25 at 17:52 with its epicenter 20 kilometers northeast of Calama. The quake was felt across four northern regions and caused power outages and mining halts.

Dilaporkan oleh AI

A seismic wave that reached Earth's core and bounced back caused a nationwide eastward shift in Japan 15 minutes after the 2011 Tohoku earthquake.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak