Sukarelawan melacak spesies di Taman Nasional Great Smoky Mountains

Sekelompok ilmuwan warga sedang mendokumentasikan ribuan spesies di Taman Nasional Great Smoky Mountains untuk memantau perubahan ekosistem. Pekerjaan mereka merupakan bagian dari inventarisasi keanekaragaman hayati jangka panjang yang sejauh ini telah mengidentifikasi lebih dari 22.000 spesies.

Pada hari hujan baru-baru ini, para sukarelawan termasuk James Hollinger dan Laura Boggess memeriksa lumut dan liken di pepohonan di hutan cemara-fir. Hollinger mencatat adanya liken langka yang hanya pernah terlihat sekitar belasan kali sebelumnya di taman tersebut. Kelompok yang dikenal sebagai Gang of Retirees in Search of Life’s Diversity ini berkontribusi pada All Taxa Biodiversity Inventory. Proyek ini dikelola oleh organisasi nirlaba Discover Life in America yang bekerja sama dengan pihak taman. Will Kuhn dari organisasi nirlaba tersebut mengatakan bahwa lebih dari 1.000 spesies yang didokumentasikan sejak tahun 1998 merupakan temuan baru bagi sains. Para sukarelawan bekerja sepanjang tahun untuk mencatat spesies yang aktif di luar musim penelitian biasanya. Paul Super, seorang pensiunan ahli biologi, menyoroti bagaimana organisme kecil membantu mengatur kelembapan di area dataran tinggi. Inventarisasi ini mendukung pemantauan di tengah perubahan suhu dan persebaran spesies.

Artikel Terkait

The forest north of Älvdalens kyrkby has been felled despite objections from Naturskyddsföreningen. Volunteer surveyors had found 15 nature conservation species in the area. The association now plans to report the matter to the Swedish Forest Agency.

Dilaporkan oleh AI

Populasi vertebrata telah menurun tajam sejak tahun 1970, sementara jumlah serangga turun secara dramatis di kawasan lindung.

Para peneliti di University of Hawaiʻi at Mānoa tidak menemukan bukti bahwa penduduk asli Hawaii memburu burung air asli hingga punah, sekaligus menantang kepercayaan yang telah bertahan selama 50 tahun. Studi yang diterbitkan dalam Ecosphere ini mengaitkan penurunan populasi burung dengan perubahan iklim, spesies invasif, dan perubahan penggunaan lahan. Hasil studi ini menyoroti peran pengelolaan tradisional dalam konservasi burung.

Dilaporkan oleh AI

Sveaskog has responded to criticism of day card hunting in Malingsbo-Kloten and states that only 17 percent of the area is used for this purpose.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak