DNA dari kotoran membantu ilmuwan melindungi Gilbert's potoroo yang langka

Para peneliti Australia menggunakan teknik DNA lingkungan pada sampel feses untuk mengidentifikasi habitat yang sesuai bagi Gilbert's potoroo yang terancam punah. Pekerjaan ini bertujuan untuk membangun populasi baru dari hewan marsupial tersebut, yang jumlahnya di alam liar kurang dari 150 ekor. Pendekatan ini dapat meningkatkan upaya translokasi setelah berbagai hambatan sebelumnya, termasuk kebakaran hutan yang besar.

Para ilmuwan dari Edith Cowan University dan Department of Biodiversity, Conservation and Attractions menganalisis sampel kotoran dari Gilbert's potoroo dan spesies terkait. Mereka menerapkan metabarcoding eDNA untuk menentukan jamur yang dikonsumsi oleh hewan-hewan tersebut. Metode non-invasif ini mengungkapkan adanya tumpang tindih pola makan dengan quokka, quenda, dan tikus semak, sehingga membantu menentukan area dengan sumber daya makanan yang memadai untuk lokasi relokasi di masa depan.

Artikel Terkait

DNA yang diekstraksi dari kotoran tupai tanah Arktik yang terawetkan telah mengungkap detail ekosistem zaman es yang beragam di wilayah Yukon yang berasal dari ratusan ribu tahun yang lalu.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at Lund University have mapped nearly the entire genome of a carnivorous banana fly using a museum specimen. The species Drosophila enhydrobia has not been seen in the wild since 1981.

Spesies semak yang lama dianggap punah telah ditemukan dalam keadaan hidup di wilayah terpencil Australia utara. Penemuan kembali ini bermula dari foto yang diambil oleh seorang pengamat burung dan dibagikan di situs sains warga iNaturalist.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah studi baru menyimpulkan bahwa manusia purba bertubuh kecil yang dikenal sebagai Homo floresiensis di Pulau Flores, Indonesia, memakan daging dari hewan yang dibunuh oleh komodo, alih-alih berburu hewan besar atau menggunakan api.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak