Wall Street
Saham First Solar rebound saat analis abaikan persaingan solar Tesla
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI
Saham First Solar naik 1% pada Jumat setelah penurunan tajam, karena firma Wall Street besar meremehkan ancaman dari rencana manufaktur solar ambisius Tesla. Elon Musk mengumumkan target 100 gigawatt produksi tahunan, tapi analis menyebut kendala pasokan dan keunggulan First Solar sebagai faktor mitigasi. Meski satu firma menurunkan rating saham, sentimen keseluruhan tetap positif.
At the World Economic Forum in Davos, Switzerland, discussions on cryptocurrency highlighted the influence of US politics and growing Wall Street interest. Key speakers addressed market uncertainties tied to President Trump and expressed optimism for the industry's future. Traditional finance leaders endorsed blockchain as essential for modernization.
Dilaporkan oleh AI
Wall Street's three major indices ended 2025 with substantial gains, marking three consecutive years of increases. The S&P 500 rose 16.39%, Nasdaq 20.36%, and Dow Jones 12.97%, driven by artificial intelligence despite turbulence from Donald Trump's tariff policies.
Indeks saham utama AS ditutup lebih rendah pada 25 September 2025, karena data ekonomi segar meningkatkan ketidakpastian atas arah suku bunga Federal Reserve. Para investor bergulat dengan sinyal campuran dari laporan kepercayaan konsumen dan manufaktur, yang menunjukkan tekanan inflasi yang berkelanjutan dan meredam harapan untuk pemangkasan suku bunga yang agresif. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang ketahanan ekonomi di lingkungan suku bunga tinggi.