Serangga berusia 100 juta tahun dengan capit mirip kepiting ditemukan dalam ambar

Para ilmuwan telah mengidentifikasi spesies serangga baru yang terawetkan dalam ambar berusia 100 juta tahun dari Myanmar. Serangga sejati ini memiliki kaki depan yang tidak biasa dan berujung pada struktur besar menyerupai capit kepiting. Para peneliti menamainya Carcinonepa libererrantes, terinspirasi dari grup K-pop Stray Kids.

Para peneliti di Ludwig Maximilian University of Munich memimpin studi fosil dari wilayah Kachin, Myanmar. Mereka menggunakan micro-computed tomography untuk membuat citra 3D terperinci dari anatomi serangga tersebut. Tim peneliti membandingkan capit itu dengan lebih dari 2.000 struktur serupa dari spesies yang masih hidup maupun yang telah punah.

Artikel Terkait

Para peneliti telah mengidentifikasi fosil berusia 500 juta tahun dari Utah sebagai Megachelicerax cousteaui, chelicerate tertua yang diketahui dan kerabat dari laba-laba, kalajengking, serta kepiting tapal kuda. Penemuan yang dirinci dalam sebuah studi di jurnal Nature ini memperpanjang sejarah evolusi kelompok tersebut sebanyak 20 juta tahun hingga periode Kambrium. Sebuah cakar kecil yang ditemukan selama proses preparasi mengonfirmasi signifikansinya.

Dilaporkan oleh AI

Lebih dari 700 fosil dari Biota Jiangchuan di Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya, yang berasal dari 554-539 juta tahun lalu pada masa Ediakara akhir, mencakup kerabat awal bintang laut, cacing biji, deuterostoma, dan bilaterian lainnya. Dipimpin oleh Dr. Gaorong Li dari Universitas Yunnan, penemuan ini—setelah hampir satu dekade kerja lapangan—menantang anggapan bahwa ledakan Kambrium terjadi secara mendadak dengan menunjukkan bahwa komunitas hewan yang beragam telah ada sebelumnya. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science (DOI: 10.1126/science.adu2291) ini menampilkan lapisan karbon yang terpelihara dengan sangat baik, mengungkap detail halus seperti sistem pencernaan.

Para peneliti telah mengidentifikasi spesies baru dinosaurus berleher panjang yang masif di Thailand, yang tercatat sebagai yang terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara. Penemuan ini menambah daftar temuan prasejarah yang terus berkembang di wilayah tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Fosil kecil Liaoningosaurus paradoxus, yang dulunya dianggap sebagai spesies dinosaurus berlapis baja versi mini, kini dipastikan merupakan spesimen remaja, termasuk beberapa yang berusia kurang dari setahun dan kemungkinan besar baru menetas. Para peneliti menganalisis pola pertumbuhan tulang untuk mencapai kesimpulan ini, yang menantang gagasan sebelumnya mengenai ukuran dan gaya hidup hewan tersebut. Penemuan ini memberikan wawasan tentang perkembangan awal ankylosaurus.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak