Serangga
Para peneliti menemukan bahwa kupu-kupu dan ngengat yang berkerabat jauh telah menggunakan dua gen yang sama, yaitu ivory dan optix, selama lebih dari 120 juta tahun untuk menciptakan warna peringatan serupa pada sayap mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa evolusi dapat mengikuti jalur genetik yang dapat diprediksi alih-alih sepenuhnya acak. Studi ini berfokus pada spesies dari hutan hujan Amerika Selatan.
Dilaporkan oleh AI
Para ilmuwan mengamati belalang katydid tropis langka yang berubah warna dari merah muda cerah menjadi hijau selama 11 hari di Panama. Transformasi ini membantu serangga tersebut meniru daun hutan hujan muda yang berwarna merah muda sebelum akhirnya berubah hijau saat dewasa. Para peneliti menggambarkannya sebagai strategi bertahan hidup, bukan mutasi.
Polutan udara umum seperti ozon mengubah aroma kimia yang digunakan semut untuk mengidentifikasi anggota koloni, menyebabkan mereka menyerang rekan sarang sendiri sebagai penyusup. Peneliti di Jerman mengekspos semut pada tingkat ozon realistis dan mengamati respons agresif saat kembali ke koloni. Penemuan ini menyoroti biaya ekologis tersembunyi dari polusi di luar kesehatan manusia.
Dilaporkan oleh AI
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa rayap berevolusi struktur sosial kompleks dengan kehilangan gen daripada memperolehnya, dengan monogami memainkan peran kunci. Peneliti melacak evolusi ini dari leluhur kecoa ke koloni besar. Temuan ini menantang asumsi tentang kompleksitas sosial pada serangga.
Sebuah tim peneliti internasional telah menemukan fosil berusia 151 juta tahun dari lalat non-gigit di Australia, yang tertua yang diketahui dari Hemisfer Selatan. Penemuan ini, yang dinamai Telmatomyia talbragarica, mengungkap adaptasi air tawar yang sebelumnya hanya dikaitkan dengan spesies laut, menunjukkan bahwa keluarga Chironomidae berasal dari Gondwana. Penemuan ini membentuk ulang pemahaman tentang biogeografi serangga kuno.
Dilaporkan oleh AI
Peneliti telah menemukan endapan amber pertama di Amerika Selatan yang melestarikan serangga kuno di tambang batu di Ekuador. Temuan berusia 112 juta tahun dari Formasi Hollín menawarkan wawasan tentang hutan prasejarah di superkontinen Gondwana. Pandangan langka ini mengungkap ekosistem beragam dari periode Cretaceous.