Analis mengejek robot Optimus Tesla sebagai animatronik usang

Analis GLJ Research Gordon Johnson mengkritik robot humanoid Optimus milik Tesla, membandingkannya dengan animatronik Chuck E. Cheese tahun 1980-an dan memprediksi tidak ada penjualan pada 2026. Pernyataan tersebut menyusul tuduhan bahwa demonstrasi baru-baru ini dioperasikan secara teleoperasi daripada otonom. Komentar Johnson menyoroti skeptisisme terhadap jadwal ambisius Elon Musk untuk robot tersebut.

Analis GLJ Research Gordon Johnson menyatakan keraguan besar terhadap robot humanoid Optimus milik Tesla Inc., menggambarkannya sebagai teknologi animatronik 'level Chuck E. Cheese tahun 1980-an'. Dalam unggahan di X pada Senin, Johnson membagikan ulang kritik dari Dan O'Dowd, pendiri The Dawn Project, yang menghadiri acara Tesla di mana Optimus menyajikan popcorn. O'Dowd menuduh bahwa demonstrasi itu dipentaskan, dengan karyawan Tesla mengonfirmasi bahwa robot tersebut dioperasikan secara teleoperasi alih-alih beroperasi secara otonom.

O'Dowd lebih lanjut mencatat bahwa staf tidak dapat mengonfirmasi jumlah unit Optimus yang dibangun, meskipun Elon Musk sebelumnya menyatakan bahwa Tesla akan memproduksi 10.000 robot pada akhir tahun. Ia menyarankan Tesla mungkin perlu mempekerjakan banyak operator tele untuk demo seperti itu jika berlanjut. Hal ini terjadi di tengah rekaman terpisah dari acara Miami Autonomy Visualized Tesla, di mana robot Optimus terlihat runtuh, memicu spekulasi kontrol jarak jauh. YouTuber JerryRigEverything mengejek insiden tersebut di X, merujuk pada ide Musk untuk mengirim Optimus ke angkasa melalui Starship milik SpaceX.

Musk telah mempromosikan Optimus sebagai robot humanoid 'paling canggih', mengklaim bahwa itu bisa mewakili 80% nilai masa depan Tesla, mengatasi kekurangan tenaga kerja, memberantas kemiskinan, dan bahkan melakukan operasi bedah. Tesla membayangkan harga robot tersebut antara $20.000 hingga $30.000 dalam skala besar dan telah merilis video yang menunjukkan Optimus berlari dan membuat gerakan lancar seperti manusia. Namun, perusahaan menyatakan Optimus masih dalam pengembangan, dengan produksi massal diharapkan segera.

Prediksi Johnson tentang nol penjualan komersial pada 2026 menggarisbawahi kesenjangan antara janji Musk dan demonstrasi saat ini, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan robot untuk aplikasi dunia nyata.

Artikel Terkait

Photorealistic illustration of Tesla's Fremont factory assembly line shifted to producing Optimus humanoid robots.
Gambar dihasilkan oleh AI

Tesla beralih pabrik Fremont ke produksi robot Optimus

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Tesla mengumumkan rencana untuk menghentikan produksi kendaraan Model S dan X di pabrik Fremont, California, untuk mengubahnya menjadi manufaktur robot humanoid Optimus. Langkah ini, yang diungkapkan selama panggilan laba kuartal keempat perusahaan, menandakan komitmen lebih dalam terhadap kecerdasan buatan dan robotika. Produksi awal Optimus diharapkan dimulai akhir tahun ini.

Sebuah artikel buletin baru-baru ini menyebut proyek robot humanoid Tesla, Optimus, sebagai kegagalan total. Artikel tersebut membandingkan robot itu dengan karakter fiksi dan menyatakan bahwa ia tidak memiliki prospek masa depan.

Dilaporkan oleh AI

Kegagalan viral robot Optimus di acara Tesla 'Autonomy Visualized' Desember 2025 di Miami—menjatuhkan botol air, bergestur seolah frustrasi, dan terjatuh ke belakang—menghidupkan kembali keraguan tentang klaim otonominya. Tidak ada respons dari Tesla atau Elon Musk, saat tantangan lebih luas di produksi dan persaingan menjadi sorotan.

Tesla released a video on December 2, 2025, showing its Optimus humanoid robot running at speeds up to 13.7 km/h in a Fremont laboratory, fueling investor optimism and a 1.7% stock rise to $454.48 the following Thursday. The clip, republished by Elon Musk, drew millions of views and prompted a response from rival Figure AI with its own robot demonstration. Amid the robotics hype, Tesla launched a budget Model 3 in Europe to counter competition.

Dilaporkan oleh AI

Di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, CEO Tesla Elon Musk menyatakan bahwa perusahaan berencana menjual robot humanoid Optimus-nya ke publik pada akhir 2027. Ia menekankan keandalan tinggi dan fleksibilitas yang diharapkan dari robot tersebut setelah dirilis. Pengumuman itu menyebabkan kenaikan lebih dari tiga persen pada harga saham Tesla.

Pengusaha Jason Calacanis memprediksi bahwa hari-hari pembuatan mobil Tesla akan tertutup oleh robot humanoidnya Optimus. Dalam podcast baru-baru ini, ia berpendapat bahwa fokus perusahaan pada AI dan robotika akan mendefinisikan ulang identitasnya. Pandangan Calacanis sejalan dengan proyeksi ambisius CEO Elon Musk untuk Optimus.

Dilaporkan oleh AI

Tesla memamerkan robot humanoid Optimus-nya di Times Square, Kota New York pada 27 Oktober 2025, di mana ia membagikan permen Halloween kepada pejalan kaki. Demonstrasi tersebut menyoroti interaksi publik yang muncul dari robot di tengah pertanyaan berkelanjutan tentang otonominya. Sementara itu, CEO Ark Invest Cathie Wood memuji robot humanoid sebagai peluang terbesar dalam AI yang diwujudkan.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak