Perubahan iklim meningkatkan risiko gigitan ular secara global

Suhu yang meningkat dan cuaca ekstrem memicu lebih banyak interaksi manusia dengan ular berbisa, menurut pakar kesehatan serta data dari Thailand dan wilayah lainnya.

Pusat Racun Ramathibodi di Bangkok kini menangani sekitar 1.500 panggilan terkait gigitan ular setiap tahun, naik dari 1.000 panggilan empat tahun lalu. Staf menjawab pertanyaan mengenai spesies berbisa seperti kobra raja dan memberikan saran mengenai penggunaan antivenom.

Angka dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan hingga 5,4 juta gigitan ular terjadi di seluruh dunia setiap tahun, yang mengakibatkan 138.000 kematian dan 500.000 kecacatan permanen. Asia menyumbang hingga 2 juta kasus gigitan beracun setiap tahunnya.

Penelitian mengaitkan suhu harian yang lebih tinggi dengan peningkatan kemungkinan gigitan. Kekeringan dan banjir mendorong ular masuk ke area permukiman manusia, sementara kondisi yang lebih hangat di tempat-tempat seperti Arizona telah menyebabkan aktivitas ular derik terjadi lebih awal dan meningkatkan jumlah panggilan telepon darurat pada tahun 2026.

Thailand menjalankan program antivenom nasional dengan produk yang disetujui WHO dan diproduksi di Queen Saovabha Memorial Institute. Negara ini mendistribusikan perawatan tersebut di dalam negeri dan ke negara-negara tetangga, berbeda dengan banyak wilayah lain yang menghadapi kekurangan pasokan.

Artikel Terkait

Rural Brazilian countryside scene with a farmer and health worker highlighting the hantavirus threat.
Gambar dihasilkan oleh AI

Hantavirus kills nearly half of those infected in Brazil

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Brazil recorded seven cases of hantavirus infection in 2026 through April, with one death. The disease, endemic in rural areas, maintains a fatality rate of around 40%.

Warmer weather has arrived and adders are awake across Sweden. The Poison Information Centre has received over 100 calls about bites so far this year.

Dilaporkan oleh AI

A new study of wild snakes in the southeastern United States has uncovered widespread infections from a fungal disease and lung parasites. Researchers found that many snakes carry multiple pathogens, with pygmy rattlesnakes facing particularly high risks.

Dry winters and springs continue to suppress mosquito populations in Sweden. Researchers at the National Veterinary Institute predict another season with unusually few mosquitoes.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at the Kenya Medical Research Institute (KEMRI) have issued a warning after detecting a new Anopheles mosquito species in urban areas. This mosquito prefers human-made environments and could heighten malaria risks in cities. Monitoring efforts continue across several counties.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak