Ular viper pit Himalaya ternyata terdiri dari lima spesies berbeda

Para ilmuwan telah menetapkan bahwa ular viper pit Himalaya, yang selama ini dianggap sebagai spesies tunggal, sebenarnya terdiri dari lima spesies terpisah, tiga di antaranya baru bagi ilmu pengetahuan. Penemuan ini dilakukan melalui analisis genetik dan studi spesimen museum.

Sebuah tim peneliti internasional telah mengklasifikasikan ulang ular berbisa yang pertama kali dideskripsikan pada tahun 1864 ini. Pekerjaan mereka, yang diterbitkan dalam jurnal ZooKeys, menggabungkan teknik genetik modern dengan pemeriksaan ciri-ciri kerangka dan data ekologis dari Pakistan dan Nepal.

Artikel Terkait

Rising temperatures and extreme weather are increasing human encounters with venomous snakes, according to health experts and data from Thailand and other regions.

Dilaporkan oleh AI

A new study of wild snakes in the southeastern United States has uncovered widespread infections from a fungal disease and lung parasites. Researchers found that many snakes carry multiple pathogens, with pygmy rattlesnakes facing particularly high risks.

Scientists have identified a previously unknown genus and species of giant salamander from fossils found in Japan more than two decades ago. The creature, named Limnospondylus ajimuensis, lived about 3.5 million years ago and may have grown to 1.1 meters long.

Dilaporkan oleh AI

Scientists have identified a new species of ancient animal, Tanyka amnicola, from fossils unearthed in a dry riverbed in Brazil. Dating back 275 million years, this stem tetrapod featured a highly unusual twisted jaw suggesting it ground plant material. The discovery sheds light on early Permian life in Gondwana.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak