Para ilmuwan telah menetapkan bahwa ular viper pit Himalaya, yang selama ini dianggap sebagai spesies tunggal, sebenarnya terdiri dari lima spesies terpisah, tiga di antaranya baru bagi ilmu pengetahuan. Penemuan ini dilakukan melalui analisis genetik dan studi spesimen museum.
Sebuah tim peneliti internasional telah mengklasifikasikan ulang ular berbisa yang pertama kali dideskripsikan pada tahun 1864 ini. Pekerjaan mereka, yang diterbitkan dalam jurnal ZooKeys, menggabungkan teknik genetik modern dengan pemeriksaan ciri-ciri kerangka dan data ekologis dari Pakistan dan Nepal.