Studi bantah mitos bahwa bayi ular derik lebih berbahaya

Para peneliti di Loma Linda University telah mematahkan keyakinan lama bahwa ular derik muda menimbulkan ancaman yang lebih besar daripada ular dewasa. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa ular dewasa biasanya menyuntikkan jauh lebih banyak racun saat menggigit.

Penelitian yang diterbitkan pekan lalu dalam jurnal Toxins tersebut menemukan bahwa bayi ular derik dapat mengendalikan pelepasan racun sama seperti ular dewasa. Ular dewasa membawa dan menyuntikkan jumlah racun yang lebih besar, yang menyebabkan gejala lebih parah pada korban.

William Hayes, profesor biologi di Loma Linda University School of Medicine sekaligus peneliti utama, mengatakan bahwa mitos tersebut telah menyebabkan pengambilan risiko yang salah informasi, ketakutan yang tidak beralasan di kalangan korban, serta perawatan medis yang tidak tepat. Ia menegaskan bahwa setiap gigitan ular derik tetap merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan perhatian segera dan antivenom.

Studi tersebut menelusuri kesalahpahaman ini hingga setidaknya tahun 1967, dengan penyebaran yang sebagian besar berasal dari laporan media yang tidak akurat dan kutipan dari pihak yang bukan ahli. Sebuah survei menunjukkan bahwa 53 persen siswa di California Selatan serta 73 persen petugas tanggap darurat dan profesional kesehatan masih memercayai klaim tersebut.

Para peneliti mencatat bahwa ular derik memainkan peran kunci dalam ekosistem, meskipun populasinya telah menurun di banyak wilayah Amerika Serikat. Mereka menyerukan pendidikan publik yang lebih baik untuk mengoreksi informasi yang keliru tersebut.

Artikel Terkait

Rural Brazilian countryside scene with a farmer and health worker highlighting the hantavirus threat.
Gambar dihasilkan oleh AI

Hantavirus kills nearly half of those infected in Brazil

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Brazil recorded seven cases of hantavirus infection in 2026 through April, with one death. The disease, endemic in rural areas, maintains a fatality rate of around 40%.

Suhu yang meningkat dan cuaca ekstrem memicu lebih banyak interaksi manusia dengan ular berbisa, menurut pakar kesehatan serta data dari Thailand dan wilayah lainnya.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah studi baru terhadap ular liar di wilayah tenggara Amerika Serikat telah mengungkap infeksi luas akibat penyakit jamur dan parasit paru-paru. Para peneliti menemukan bahwa banyak ular membawa berbagai patogen, dengan ular derik kerdil menghadapi risiko yang sangat tinggi.

Tengkorak fosil Edmontosaurus dengan gigi Tyrannosaurus yang masih tertancap di wajahnya memberikan bukti langka mengenai pertemuan antara pemangsa dan mangsa dari 66 juta tahun yang lalu. Para peneliti menganalisis spesimen tersebut di Museum of the Rockies milik Montana State University. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal PeerJ.

Dilaporkan oleh AI

Tikus jantan yang terpapar bahan kimia plastik umum di awal kehidupannya menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi saat dewasa, lapor para peneliti pada sebuah pertemuan medis besar.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak