Paparan bahan kimia plastik dikaitkan dengan kecemasan pada tikus dewasa

Tikus jantan yang terpapar bahan kimia plastik umum di awal kehidupannya menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi saat dewasa, lapor para peneliti pada sebuah pertemuan medis besar.

Temuan ini berasal dari penelitian yang dipresentasikan di ENDO 2026 di Chicago. Tikus betina hamil menerima dosis harian di-(2-ethylhexyl) phthalate, atau DEHP, sejak awal kehamilan hingga anak-anaknya disapih. Ketika keturunan jantan mencapai usia 70 hari, mereka menunjukkan tanda-tanda kecemasan klasik dalam uji elevated plus maze, termasuk berkurangnya eksplorasi di area terbuka dan peningkatan perilaku membeku.

Osvaldo Juan Ponzo, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Buenos Aires, memimpin penelitian tersebut. Ia mencatat bahwa perubahan perilaku tersebut terus berlanjut lama setelah paparan berakhir. Efek ini dapat dibalikkan dengan pengobatan menggunakan agonis GABA atau testosteron.

DEHP banyak digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel dan terdapat dalam perangkat medis, mainan, dan barang rumah tangga. Meskipun penelitian ini melibatkan hewan pengerat, hasilnya menunjukkan kemungkinan dampak jangka panjang terhadap perilaku akibat kontak dengan bahan kimia tersebut di awal kehidupan.

Artikel Terkait

Realistic depiction of pesticide spraying in rural Peru, with heatmap showing elevated cancer risk in high-exposure Indigenous communities.
Gambar dihasilkan oleh AI

Study maps pesticide mixtures in Peru and finds higher cancer risk in high-exposure areas

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

A study published in *Nature Health* reports a statistical link between environmental exposure to mixtures of agricultural pesticides and higher cancer risk in Peru. Using modeled pesticide dispersion from 2014 to 2019 and cancer registry data from 2007 to 2020 covering more than 150,000 cases, researchers found that people living in high-exposure areas faced, on average, about a 150% higher likelihood of cancer, with Indigenous and rural farming communities among those most exposed.

A new cross-species study shows that chemicals found in everyday products are reducing fertility across animals and humans alike. The research highlights how pollution and rising temperatures worsen these effects. Scientists call for stronger regulations to address the growing problem.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at MIT have found that young mice exposed to the carcinogen NDMA develop significantly more DNA damage and cancer than adult mice, despite equal exposure levels. The study highlights how rapid cell division in juveniles amplifies risks from the chemical, present in contaminated water, medications, and processed foods. Findings urge changes in safety testing to include younger animals.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak