Para peneliti telah mengembangkan pendekatan pengujian yang lebih baik untuk hidrokarbon aromatik polisiklik, atau PAH, yang dapat terbentuk pada makanan yang dimasak dengan suhu tinggi.
Sebuah studi tahun 2025 dari Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi di Seoul National University of Science and Technology menguji metode QuEChERS pada berbagai jenis makanan. Dipimpin oleh Profesor Joon-Goo Lee, tim tersebut mengukur delapan jenis PAH spesifik dan menemukan kadar tertinggi pada minyak kedelai, diikuti oleh daging bebek dan minyak kanola.