Studi melacak pergerakan PFAS melalui rantai makanan Great Lakes

Penelitian baru dari University of Notre Dame menunjukkan bagaimana bahan kimia PFAS bergerak melalui ekosistem Great Lakes dan masuk ke dalam tubuh manusia. Studi yang telah ditinjau oleh sejawat dan diterbitkan musim semi ini menganalisis data selama 42 tahun dari hampir 2.500 sampel di seluruh jaring makanan.

Para peneliti menggabungkan studi mengenai alga, ikan, burung, dan organisme lainnya untuk melacak enam senyawa PFAS yang umum. Kadar PFOS menurun tajam di Danau Erie dan Ontario setelah industri secara sukarela menghentikan penggunaan bahan kimia tersebut pada awal tahun 2000-an. Penurunan serupa tidak terlihat di danau-danau bagian atas yang lebih besar, di mana air tertahan selama beberapa dekade lebih lama.

Gary Lamberti, seorang profesor ilmu perairan di Notre Dame sekaligus rekan penulis studi tersebut, mengatakan bahwa jaring makanan itu sendiri mentransfer bahan kimia antar organisme. Studi tersebut mengonfirmasi bahwa konsentrasi meningkat pada tingkat trofik yang lebih tinggi, dengan predator seperti salmon dan elang menunjukkan jumlah tertinggi.

Pejabat negara bagian di Michigan dan wilayah lain telah mengeluarkan panduan konsumsi ikan karena risiko PFAS. Katherine Manz dari University of Michigan mencatat bahwa data yang lebih baik mengenai kadar di dalam jaring makanan dapat meningkatkan saran kesehatan masyarakat.

Lamberti menambahkan bahwa menghapus bahan kimia ini dari produksi memungkinkan jaring makanan untuk mengeluarkannya secara bertahap dari waktu ke waktu, yang menawarkan jalan bagi pengelolaan di masa depan.

Artikel Terkait

Flinders University scientists in lab testing nano-cage adsorbent that removes 98% of PFAS from water, showing filtration process with molecular capture.
Gambar dihasilkan oleh AI

Flinders University team reports nano-cage adsorbent that captures short-chain PFAS in water tests

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Researchers at Flinders University say they have developed an adsorbent material that removed more than 98% of short- and long-chain PFAS—including hard-to-capture short-chain variants—in laboratory flow-through tests using model tap water. The approach embeds nano-sized molecular cages into mesoporous silica and, in the experiments reported, could be regenerated while remaining effective over at least five reuse cycles.

Uppsala municipality has issued dietary advice for self-caught fish in certain waters due to high PFAS levels. The environment and health protection committee recommends limited consumption to protect health. The advice is based on samplings from 2023 and 2025.

Dilaporkan oleh AI

Researchers have found that hydrogen radicals generated by intense ultraviolet light can degrade PFAS forever chemicals. The discovery, led by a team at Aarhus University, points to a potential path for destroying these persistent pollutants rather than merely removing them from water.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak