Ilmuwan identifikasi radikal hidrogen sebagai kunci pengurai PFAS

Para peneliti menemukan bahwa radikal hidrogen yang dihasilkan oleh sinar ultraviolet intens dapat mengurai bahan kimia abadi PFAS. Penemuan yang dipimpin oleh tim di Universitas Aarhus ini menunjukkan potensi cara untuk menghancurkan polutan persisten tersebut daripada sekadar memindahkannya dari air.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa molekul PFAS dapat diurai menggunakan sinar UV berenergi tinggi tanpa penambahan bahan kimia. Radikal hidrogen, yang terbentuk dari air di bawah paparan sinar ultraviolet yang intens, menyerang ikatan karbon-fluorin yang kuat dalam senyawa tersebut.

Proses ini bekerja paling efektif pada panjang gelombang di bawah 300 nanometer. Profesor Madya Zongsu Wei, yang memimpin penelitian ini, mengatakan bahwa identifikasi radikal hidrogen memberikan arah yang lebih jelas untuk merancang teknologi penghancuran yang efisien.

Metode saat ini sering kali menyaring PFAS dari air tetapi tidak menghilangkannya. Studi tersebut mencatat bahwa meskipun proses penguraian masih lambat dan senyawa antara dapat terbentuk, wawasan mekanistis ini menandai langkah penting menuju solusi yang dapat ditingkatkan skalanya.

PFAS telah digunakan sejak tahun 1940-an dalam berbagai produk termasuk pakaian tahan air dan busa pemadam kebakaran. Bahan ini bertahan di lingkungan dan telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti kanker dan gangguan hormon.

Artikel Terkait

Flinders University scientists in lab testing nano-cage adsorbent that removes 98% of PFAS from water, showing filtration process with molecular capture.
Gambar dihasilkan oleh AI

Flinders University team reports nano-cage adsorbent that captures short-chain PFAS in water tests

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Researchers at Flinders University say they have developed an adsorbent material that removed more than 98% of short- and long-chain PFAS—including hard-to-capture short-chain variants—in laboratory flow-through tests using model tap water. The approach embeds nano-sized molecular cages into mesoporous silica and, in the experiments reported, could be regenerated while remaining effective over at least five reuse cycles.

The South Korean government established a joint task force with local industry officials on Wednesday to respond to the European Union's plan to phase out per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS). The EU plans to publish a draft opinion on PFAS restrictions later this month, aiming for universal adoption by 2027.

Dilaporkan oleh AI

The Trump administration announced plans to rescind restrictions on four types of PFAS in drinking water and extend compliance timelines for two others. Officials described the move as a realistic approach to protecting public health.

An international team led by MIT scientists has identified higher-than-expected leakage from industrial feedstock chemicals as a key factor slowing the ozone layer's recovery. Their analysis estimates this could delay return to 1980 levels by up to seven years, from 2066 to 2073. Researchers urge tighter controls under the Montreal Protocol to address the issue.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at the University of Missouri have developed a modified strain of algae that captures microplastics from contaminated water by producing an orange-scented oil. The process also cleans wastewater and could support bioplastic production.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak