BPOM cabut izin edar 11 kosmetik yang mengandung bahan berbahaya

Badan Pengawas Obat dan Makanan mencabut izin edar 11 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan dilarang setelah pengawasan pada triwulan pertama 2026.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan bahwa tindakan ini mencakup penghentian sementara produksi, distribusi, dan impor kosmetik tersebut. Empat merek berasal dari produksi kontrak, dua merek lokal, dua merek impor, dan tiga tanpa izin edar.

Pengujian laboratorium mengungkap bahan seperti asam retinoat, deksametason, hidrokinon, merkuri, pewarna merah K10, dan 1,4-dioksan. Bahan-bahan ini berisiko menyebabkan iritasi kulit, gangguan hormonal, perubahan warna permanen, kerusakan organ, dan kanker.

BPOM juga menegakkan Pasal 435 ayat (1) jo. Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pelanggaran dapat dikenai pidana penjara hingga 12 tahun atau denda Rp5 miliar.

Artikel Terkait

Illustration of officials revealing corruption clusters and suspects in a nutrition program case.
Gambar dihasilkan oleh AI

Attorney General's Office reveals two corruption clusters in MBG, five suspects named

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The Attorney General's Office has identified two main methods in the alleged corruption case involving the management of the Free Nutritious Meals program at the National Nutrition Agency for 2025-2026.

Colombia's Ministry of Health and Social Protection issued Resolution 0814 of 2026 to regulate the ban on animal testing in the manufacture, import and sale of cosmetics. The rule requires a conformity declaration to Invima.

Dilaporkan oleh AI

Brazil's Anvisa banned on Wednesday (29) the manufacturing, distribution, sale, and promotion of all cosmetics from Henlau Química, including brands Sunlau, Wurth, and Needs. The action followed an inspection revealing unauthorized formulas and regulatory breaches. The agency ordered product recalls.

Researchers have developed an improved testing approach for polycyclic aromatic hydrocarbons, or PAHs, which can form in foods cooked at high temperatures.

Dilaporkan oleh AI

Anvisa authorized the resumption of activities at the Ypê factory in Amparo on Friday after an inspection confirmed corrections. Products from lot ending in 1 remain suspended.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak