Hibrida anjing-serigala muncul sebagai ancaman di pegunungan Ladakh

Di dataran tinggi Ladakh yang terpencil, serigala Himalaya kawin silang dengan anjing liar dan menghasilkan hibrida yang dikenal sebagai khipshang. Hewan-hewan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konservasionis dan penduduk setempat karena sifatnya yang berani dan potensi mereka untuk mengalahkan spesies asli. Perkembangan ini terjadi di tengah perubahan lingkungan yang cepat di wilayah tersebut.

Serigala Himalaya, yang beradaptasi dengan ketinggian dan kadar oksigen rendah, menghadapi tekanan baru dari sekitar 25.000 anjing liar di Ladakh, dibandingkan dengan jumlah serigala yang hanya beberapa ratus ekor. Dalam satu dekade terakhir, perkawinan silang telah menghasilkan hibrida yang lebih besar dari anjing namun lebih kecil dari serigala, dengan bulu berwarna kuning kecokelatan dan kebiasaan memimpin kawanan anjing. Tsewang Namgail dari Snow Leopard Conservancy India Trust menggambarkan mereka sebagai persilangan yang baru disadari oleh masyarakat dalam lima hingga 10 tahun terakhir.

Artikel Terkait

A study in Yellowstone National Park reveals that wolves frequently take over kills made by cougars, leading to tense interactions between the two predators. Cougars adapt by shifting their hunting focus to smaller deer to avoid encounters with wolf packs. The research, based on nine years of GPS tracking, highlights how these apex predators coexist amid changing prey availability.

Dilaporkan oleh AI

Lena Wåhlander in Källmyra near Östervåla looked out the window when her terrier growled and saw two wolves in the garden. Her partner counted four wolves from another window. The wolves were sniffing around 50 meters from the house.

Researchers have found that Borneo's fanged frogs, long considered a single species, actually comprise several distinct genetic groups. Genetic analysis suggests around six or seven species rather than the up to 18 previously proposed. This discovery highlights the challenges in defining species boundaries for conservation efforts.

Dilaporkan oleh AI

Wildlife from Harloo Private Reserve in South Africa crosses a failing veterinary cordon fence into Eswatini's Lavumisa communities, destroying crops and livestock. This raises foot-and-mouth disease (FMD) risks. Officials cite neglect and legal violations.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak