Docusign sedang mengembangkan alat AI yang dirancang untuk menerjemahkan kontrak hukum rumit menjadi bahasa Inggris sederhana. Inisiatif ini bertujuan membuat bahasa kontrak yang membingungkan lebih mudah diakses oleh pengguna. Pengumuman ini berasal dari laporan TechRadar yang diterbitkan pada 14 Januari 2026.
Docusign, penyedia terkemuka solusi tanda tangan elektronik, mengumumkan rencana untuk memanfaatkan kecerdasan buatan guna menyederhanakan kontrak kompleks. Menurut TechRadar, fitur Docusign AI baru akan membantu pengguna memahami dokumen hukum yang rumit dengan mengubahnya menjadi bahasa Inggris sederhana. Alat ini mengatasi masalah umum dalam transaksi bisnis dan hukum, di mana istilah-istilah padat sering menghambat pemahaman. Meskipun detail spesifik tentang jadwal peluncuran atau kemampuan teknis masih terbatas, fokusnya adalah meningkatkan aksesibilitas pengguna terhadap ketentuan kontrak. Perkembangan ini mencerminkan tren yang lebih luas dalam aplikasi AI untuk legal tech, yang bertujuan menyederhanakan proses tanpa mengubah perjanjian dasar. Liputan TechRadar menyoroti potensi Docusign AI untuk memberdayakan individu dan organisasi dalam menavigasi kewajiban kontraktual secara lebih efektif. Tidak ada kutipan lebih lanjut dari eksekutif Docusign yang diberikan dalam laporan awal, tetapi inisiatif ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap inovasi dalam manajemen dokumen.