FAA menutup ruang udara El Paso sementara setelah uji lasar militer pada balon

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) sementara menutup ruang udara di atas Bandara Internasional El Paso untuk periode 10 hari yang direncanakan karena uji lasar anti-drone militer yang menargetkan balon pesta yang disalahartikan sebagai ancaman. Penutupan yang berlangsung kurang dari 10 jam memicu kemarahan pejabat lokal atas komunikasi buruk. Menteri Transportasi Sean Duffy menyebut tindakan itu untuk menangani serangan drone kartel.

Selasa malam pukul 11:30 waktu setempat, Administrasi Penerbangan Federal menutup ruang udara hingga 18.000 kaki di atas Bandara Internasional El Paso di Texas, mengumumkan pembatasan selama 10 hari dalam radius 10 mil laut. Badan tersebut mengklasifikasikan wilayah itu sebagai 'ruang udara pertahanan nasional' dan memperingatkan bahwa pelanggar bisa menghadapi kekuatan mematikan. Kurang dari 10 jam kemudian, pagi hari Rabu, FAA mencabut pembatasan, menyatakan di media sosial, 'Penutupan sementara ruang udara di atas El Paso telah dicabut. Tidak ada ancaman bagi penerbangan komersial. Semua penerbangan akan berlanjut normal.'Penutupan itu berasal dari uji coba senjata lasar berenergi tinggi baru yang dilakukan oleh militer AS dari pangkalan Tentara Fort Bliss terdekat. Pejabat mengira targetnya adalah drone, tapi ternyata balon pesta. Menteri Transportasi AS Sean Duffy menjelaskan insiden itu, menulis di X, 'FAA dan DOW bertindak cepat untuk menangani serangan drone kartel. Ancaman telah dinetralisir, dan tidak ada bahaya bagi perjalanan komersial di wilayah tersebut.' Administrasi Trump menyebut Departemen Pertahanan sebagai Departemen Perang, atau DOW.Drone kartel merupakan ancaman nyata di sepanjang perbatasan AS-Meksiko, di mana digunakan untuk pengawasan guna menghindari Patroli Perbatasan dan membantu penyelundupan. El Paso, kota AS ke-22 terpadat, terletak di seberang Sungai Rio Grande dari Ciudad Juárez, Meksiko, dan bandaranya melayani lebih dari 3 juta penumpang per bulan. Namun, FAA belum sepenuhnya menyelesaikan kekhawatiran keselamatan terkait uji lasar sebelum kejadian.Pejabat lokal dan negara bagian Texas tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya tentang penutupan, begitu juga Gedung Putih, menyebabkan frustrasi luas. Wali Kota El Paso Renard Johnson membahas isu itu dalam konferensi pers Rabu, mengatakan, 'Saya ingin sangat jelas bahwa ini seharusnya tidak pernah terjadi. Kegagalan komunikasi itu tidak dapat diterima.' Tindakan mendadak itu menyoroti tantangan koordinasi antara FAA, militer, dan entitas federal lainnya.

Artikel Terkait

Airplane taking off at El Paso International Airport, symbolizing the reopening of airspace after a temporary security closure.
Gambar dihasilkan oleh AI

Us reopens El Paso airspace after temporary security-related closure

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The US Federal Aviation Administration reopened the airspace at El Paso International Airport after a 10-day temporary closure announced for security reasons. US officials initially attributed the measure to Mexican cartel drones, but reports indicate it was a communication failure between federal agencies. Mexican President Claudia Sheinbaum denied having information on cartel drones at the border.

Mexican cartel drones forced a temporary shutdown of El Paso International Airport on Wednesday, prompting swift action from U.S. authorities. The Federal Aviation Administration (FAA) initially imposed a 10-day closure citing special security reasons, but lifted it hours later after the Department of War disabled the drones. Officials confirmed no ongoing threat to commercial travel.

Dilaporkan oleh AI

A war in the Middle East involving US and Israeli bombing of Iran and Iranian missile and drone responses has led to widespread airspace closures, forcing airlines to reroute flights and creating a 2.8 million square kilometre void in busy global routes. Airlines are implementing pre-planned contingency measures, but bottlenecks are causing increasing delays and cancellations. Experts warn that the disruptions are worsening amid ongoing conflict.

The Mexican Army will implement anti-drone systems at 2026 World Cup stadiums to counter narcodrone risks. Mexico will host 13 matches in Mexico City, Guadalajara, and Monterrey, with the opener in the capital. Authorities assure no suspensions despite recent violence.

Dilaporkan oleh AI

A hard landing by an Indian Air Force fighter aircraft late Friday night led to the temporary closure of Pune International Airport's runway. The aircrew is safe, with no damage to civilian property. Operations are expected to resume in about 4-5 hours.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak