PSSI sedang mencari pelatih baru untuk Timnas Indonesia setelah memecat Patrick Kluivert akibat gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Nama Giovanni van Bronckhorst, yang memiliki darah Maluku, menjadi salah satu kandidat kuat dari lima nama yang disebutkan Erick Thohir. Media Inggris melaporkan bahwa ia sedang dipertimbangkan untuk posisi tersebut.
PSSI memecat Patrick Kluivert pada 16 Oktober 2025 setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026, ditandai dengan kekalahan telak dari Arab Saudi dan Irak meski sempat mencapai babak keempat kualifikasi Zona Asia. Kini, fokus beralih ke Piala Asia 2027 untuk membangun ulang tim.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut ada lima kandidat pelatih, salah satunya dari Belanda. Media Inggris Football Insider melaporkan bahwa Giovanni van Bronckhorst, asisten pelatih Liverpool, "sedang dipertimbangkan untuk mengisi posisi manajer Indonesia," mengutip sumber internal klub. Peluangnya meninggalkan Liverpool dianggap mungkin setelah komunikasi awal.
Van Bronckhorst, cucu Lena Sapulette dari Saparua, Maluku, adalah orang Maluku pertama yang menjadi kapten Timnas Belanda pada pertandingan internasional ke-64. Golnya di Piala Dunia 2010 melawan Uruguay dinobatkan FIFA sebagai yang terbaik. Ia bergabung dengan staf Arne Slot di Liverpool musim panas 2025, menggantikan John Heitinga, dengan rekam jejak kemenangan 58 persen di Feyenoord, Guangzhou City, Rangers, dan Besiktas.
Empat kandidat lain yang terungkap termasuk Timur Kapadze (eks Uzbekistan), Heimir Hallgrimsson (Irlandia), dan Jesus Casas (eks Irak). Ketua BTN PSSI Sumardji menolak membuka identitas, dengan alasan mereka masih terikat kontrak. "Para pelatih ini masih berada di klub atau timnas suatu negara. Jadi tidak mungkin kami buka," ujarnya pada 20 November. Erick Thohir menekankan proses matang: "Tidak perlu buru-buru. Kita berikan waktu untuk Exco melihat siapa yang nanti hasil interview."
PSSI berencana konferensi pers pekan ini untuk pembaruan pemilihan, seiring hubungan panjang Indonesia dengan sepak bola Belanda melalui naturalisasi pemain.