PSSI telah mengerucutkan pencarian pelatih baru Timnas Indonesia menjadi dua kandidat kuat setelah proses wawancara di Eropa. Pengumuman resmi dijadwalkan setelah SEA Games 2025 Thailand, dengan target utama lolos ke Piala Dunia 2030. Federasi menekankan pemilihan pelatih yang kompeten untuk menghindari kesalahan masa lalu.
PSSI mulai mengerucutkan pencarian pelatih baru untuk Timnas Indonesia setelah rangkaian wawancara yang dilakukan di Eropa. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Sumardji, mengonfirmasi bahwa dari lima calon yang diundang, hanya empat yang hadir, dan kini tersisa dua kandidat kuat. Proses ini melibatkan dua anggota Exco, Muhammad dan Endri Erawan, didampingi Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers serta Penasihat Teknis Jordi Cruyff.
"Untuk proses wawancara, kami minta Pak Endri dan Pak Muhammad berangkat ke Eropa. Mereka bersama Pak Alex dan Pak Jordi melakukan interview langsung," ujar Sumardji pada Selasa (16/12) malam. Wawancara berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam per kandidat, mirip dengan proses pemilihan Shin Tae-yong pada 2020.
Pembahasan final akan dibawa ke rapat Exco setelah SEA Games 2025 rampung, karena Ketua Umum PSSI Erick Thohir sedang fokus mendampingi kontingen Indonesia di ajang tersebut. Endri Erawan menambahkan bahwa pelatih baru harus kompeten dan berkomitmen penuh, dengan target lolos ke Piala Dunia 2030. "Target dari Pak Ketua Umum jelas, kita ingin berusaha lolos ke Piala Dunia 2030. Maka pelatih yang dipilih harus benar-benar kompeten, berpengalaman, dan siap," tegas Endri.
Latar belakang pemilihan ini muncul setelah kegagalan Timnas di bawah Patrick Kluivert, yang dipecat pada 16 Oktober 2025 usai gagal lolos ke Piala Dunia 2026. PSSI juga telah membayar kompensasi kepada Shin Tae-yong (diakhiri 6 Januari 2025) dan Indra Sjafri (diberhentikan setelah SEA Games 2025, di mana Timnas U-22 gagal di babak grup). Federasi bertekad tidak mengulangi kesalahan dengan memilih pelatih tanpa komitmen penuh.