Google meluncurkan fitur baru ke perangkat Android yang mendeteksi penipuan yang melibatkan panggilan palsu (spoofing). Pembaruan ini menyasar ancaman yang meningkat dari suara deepfake berbasis AI dalam penipuan keuangan. Fitur ini mulai disebarkan bulan ini pada ponsel yang menjalankan Android 12 ke atas.
Fitur ini bekerja dengan mengirimkan sinyal konfirmasi terenkripsi end-to-end melalui aplikasi Phone by Google saat panggilan tampak berasal dari kontak. Jika sinyal tersebut tidak ditemukan, sistem akan menggunakan Google Messages untuk memeriksa perangkat kontak melalui RCS. Pengguna akan menerima peringatan jika panggilan tidak dapat diverifikasi keasliannya. Baik penelepon maupun penerima harus memiliki aplikasi Google Phone, Contacts, dan Messages terpasang agar pemeriksaan berfungsi. Perlindungan ini berlaku secara global dan tidak memerlukan perangkat Pixel, meskipun mengecualikan pengguna aplikasi dialer lain seperti yang berasal dari Samsung atau OnePlus. Google mengutip data Federal Trade Commission yang menunjukkan kerugian hampir $3 miliar akibat penipuan penyamaran pada tahun 2024. Perusahaan tersebut mencatat bahwa kemajuan dalam kloning suara AI telah membuat skema semacam itu lebih sulit dideteksi tanpa perlindungan teknis. Pembaruan yang sama juga memperluas kompatibilitas AirDrop di Quick Share ke perangkat tambahan termasuk seri Galaxy S24 dan OnePlus 15. Fitur ini juga memperluas alat Find the Look di Circle to Search ke semua perangkat Android 14.