Google perkenalkan video selfie untuk pemulihan akun

Google kini memungkinkan pengguna mendapatkan kembali akses ke akun yang didukung dengan merekam dan menggunakan video selfie. Fitur ini memerlukan pengaturan awal dan mencakup opsi privasi.

Pengguna dapat merekam video singkat wajah mereka yang menoleh ke sekitar sesuai petunjuk. Google menyimpan video terenkripsi tersebut di servernya dan membandingkannya dengan selfie di masa mendatang saat upaya masuk dilakukan.

Opsi ini hanya tersedia untuk akun pribadi yang memenuhi syarat. Akun Workspace, akun anak, dan akun yang terdaftar dalam Advanced Protection Program tidak dapat menggunakannya.

Google menyatakan bahwa video tersebut tidak akan digunakan untuk tujuan lain kecuali pengguna memberikan izin. Pengguna dapat menghapus video tersebut dari pengaturan akun kapan saja.

Perusahaan mengatakan bahwa mereka memiliki langkah-langkah untuk mendeteksi deepfake, meskipun mereka tetap merekomendasikan metode pemulihan lain untuk kebutuhan keamanan tinggi.

Artikel Terkait

Illustration of a person checking their phone for a spoofed call warning on Android, highlighting Google's new deepfake detection feature.
Gambar dihasilkan oleh AI

Google adds detection for spoofed calls to Android phones

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Google is rolling out a new feature to Android devices that detects impersonation scams involving spoofed calls. The update targets the rising threat of AI-generated deepfake voices in financial fraud. It begins deploying this month on phones running Android 12 and higher.

Google has introduced Video Remix, a new AI-powered tool in Google Photos that lets subscribers transform their videos using Gemini Omni templates.

Dilaporkan oleh AI

Google has introduced several updates to its Android system services in June 2026, giving users additional controls over WhatsApp backups, app security checks, and password management.

Hackers exploited Meta's AI support chatbot to take over Instagram accounts by tricking it into changing associated email addresses. The vulnerability allowed password resets without two-factor authentication after matching locations via VPN. Meta resolved the issue with an emergency patch on May 29.

Dilaporkan oleh AI

Meta has embedded facial recognition components in its Meta AI smartphone app that powers its smart glasses. The feature remains inactive for now but has raised privacy concerns among experts.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak