Pemerintah berikan remisi Idul Fitri 2026 kepada 155.908 narapidana

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memberikan remisi khusus Idul Fitri 2026 kepada 155.908 narapidana dan anak binaan di seluruh Indonesia. Sebanyak 1.143 narapidana dan 19 anak binaan langsung bebas, dengan penghematan anggaran makan mencapai Rp109,2 miliar.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memberikan remisi khusus (RK) dan pengurangan masa pidana (PMP) Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi secara simbolis pada Sabtu, 21 Maret 2026, di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Gunung Sindur, Bogor. Acara dipimpin Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi yang membacakan sambutan Menteri Imipas Agus Andrianto. Penerima remisi mencapai 155.908 orang, terdiri dari 154.785 narapidana dan 1.123 anak binaan. Di antaranya, 153.642 narapidana mendapat RK I (pengurangan sebagian), 1.143 narapidana mendapat RK II (langsung bebas), 1.104 anak mendapat PMP I, dan 19 anak mendapat PMP II (langsung bebas). Penerima terbanyak dari Kanwil Jawa Barat (18.335 orang), Sumatera Utara (15.621), dan Jawa Timur (14.244). Agus Andrianto menyatakan, “Remisi khusus dan pengurangan masa pidana khusus Idul Fitri diberikan negara sebagai bentuk penghargaan kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan dan prilaku positif dalam mengikuti program-program pembinaan dengan baik.” Mashudi menambahkan bahwa kebijakan ini menghemat biaya makan warga binaan sebesar Rp109.261.845.000 dan memotivasi mereka untuk berperilaku baik serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.

Artikel Terkait

Indonesian minister Nasaruddin Umar announces Idul Fitri 1447 H date at press conference, showing map of unsighted hilal points and calendar.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pemerintah tetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan hilal 1 Syawal 1447 H tidak terlihat di 117 titik pengamatan dari Papua hingga Aceh. Penetapan dilakukan melalui Sidang Isbat berdasarkan hisab dan rukyat yang tidak memenuhi kriteria MABIMS. Idul Fitri atau Lebaran jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Polri memperkirakan sekitar 143 juta orang, atau 50 persen populasi Indonesia, akan mudik untuk Idul Fitri 2026. Wakapolri Jenderal Dedi Prasetyo menyatakan bahwa Polri akan mengerahkan lebih dari 161 ribu personel, bersama TNI sebanyak 389.681 personel secara total, dalam Operasi Ketupat untuk mengamankan arus mudik.

Dilaporkan oleh AI

Sebanyak 1.882 narapidana berisiko tinggi dari seluruh Indonesia telah dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan, Jawa Tengah, sepanjang tahun 2025. Pemindahan ini bertujuan meningkatkan keamanan dan ketertiban di lapas serta rutan nasional. Langkah terbaru melibatkan 130 narapidana dari Jambi, Riau, dan Banten pada 27 Desember 2025.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan rekayasa lalu lintas untuk arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) dari Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Pengaturan ini mencakup sistem one way, contra flow, dan ganjil-genap untuk mengurangi kepadatan kendaraan serta menjaga keselamatan pemudik. Selain itu, diberlakukan pembatasan operasional angkutan barang selama periode 13-29 Maret 2026.

Dilaporkan oleh AI

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan terkendali dengan penurunan fatalitas 30 persen. Tidak ada peristiwa menonjol dari aspek keamanan dan ketertiban masyarakat. Jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat dan KRYD turun 7 persen.

Direktur Utama InJourney Indonesia, Maya Watono, memperkirakan jumlah penumpang pesawat selama mudik Lebaran 2026 mencapai 9 juta orang di 35 bandara yang dikelola perusahaan. Prediksi ini menunjukkan peningkatan sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. InJourney menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mengelola lonjakan tersebut.

Dilaporkan oleh AI

On March 21, 2026, President Prabowo Subianto held an Idulfitri 1447 H open house at the Presidential Palace, attended by thousands. Participants received hampers with staples and food. The event drew enthusiasm and social media attention.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak