Bos InJourney prediksi 9 juta penumpang mudik Lebaran 2026

Direktur Utama InJourney Indonesia, Maya Watono, memperkirakan jumlah penumpang pesawat selama mudik Lebaran 2026 mencapai 9 juta orang di 35 bandara yang dikelola perusahaan. Prediksi ini menunjukkan peningkatan sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. InJourney menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mengelola lonjakan tersebut.

Jakarta – Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), yang dikenal sebagai InJourney Indonesia, Maya Watono, menyatakan bahwa jumlah penumpang pesawat pada periode mudik Lebaran 2026 diharapkan mencapai 9 juta orang. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, 11 Maret 2026, dengan menekankan peningkatan sekitar 2 persen dari periode serupa di tahun 2025.

"Kita memprediksi bahwa akan ada 9 juta traffic di 35 bandara InJourney pada periode Lebaran 2026 ini, atau meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Maya dalam keterangannya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, InJourney berencana mengoperasikan Posko Lebaran dari 13 hingga 29 Maret 2026. Semua bandara yang dikelola akan beroperasi selama 24 jam, kecuali Bandara di Bali pada 19 Maret 2026 yang ditutup karena bertepatan dengan hari Nyepi. Perusahaan juga menyiapkan hampir 16 ribu personel, termasuk 3.000 personel tambahan yang akan bertugas secara bergantian.

"Kecuali pada tanggal 19 Maret di Bali, karena bertepatan dengan Nyepi sehingga bandara ditutup. Tapi selain itu, kami akan membuka bandara 24 jam dengan penambahan personel," tambah Maya.

Wakil Direktur Utama InJourney, Achmad Syahir, memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 14 dan 15 Maret 2026. Pada 14 Maret, di 37 bandara diproyeksikan 549.554 penumpang dengan 3.616 penerbangan, sementara pada 15 Maret mencapai 546.984 penumpang dan 3.688 penerbangan. Puncak kedua diperkirakan pada 18-19 Maret.

Faktor pendorong termasuk kebijakan pemerintah pusat mengenai cuti bersama dan work from anywhere yang lebih awal di periode mudik dan lebih lama saat arus balik. "Jadi kami memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dua kali, yakni pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret," kata Achmad Syahir.

Selain itu, Polri mengerahkan 161 ribu personel untuk mengamankan mudik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat.

Artikel Terkait

Evening scene on Trans Java Toll Road showing easing Eid return traffic after one-way scheme closure, with spaced-out vehicles heading to Jakarta.
Gambar dihasilkan oleh AI

Eid return traffic on Trans Java Toll Road starts easing

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

PT Jasa Marga reports that Eid 2026 return traffic on the Trans Java Toll Road has begun to ease as of Sunday (March 29). The local Presisi one-way traffic scheme was officially closed at 10 p.m. WIB by Transport Minister Dudy Purwagandhi. Around 2.9 million vehicles have entered Jakarta.

Indonesia's traffic police report that 42 percent of Lebaran 2026 holiday vehicles have not yet entered Jakarta. Chief Agus Suryonugroho said security continues via enhanced routine activities despite the closure of Operation Ketupat. A second return peak is expected on March 29, 2026.

Dilaporkan oleh AI

Polri estimates about 143 million people, or 50 percent of Indonesia's population, will travel for Idul Fitri 2026. Wakapolri General Dedi Prasetyo stated that Polri will deploy over 161,000 personnel, alongside TNI for a total of 389,681, in Operation Ketupat to secure mudik flows.

The Indonesian government has established traffic engineering measures for the 2026 Eid al-Fitr homecoming and return flows through a Joint Decree (SKB) from the Ministry of Transportation, National Police Traffic Corps, and Ministry of Public Works. These arrangements include one-way systems, contra flow, and odd-even rules to reduce vehicle density and ensure traveler safety. Additionally, operational restrictions on goods transport are imposed from March 13 to 29, 2026.

Dilaporkan oleh AI

PT Jasa Marga recorded a record Lebaran 2026 mudik traffic peak of 270,315 vehicles on March 18, H-3 Lebaran. This marked a 98.3% increase from normal levels and 4.6% from the previous year. A total of 1.48 million vehicles left Jabodetabek from H-10 to H-3.

Indonesia's Traffic Corps estimates just 15 percent of Lebaran 2026 return vehicles remain outside Jakarta as of Saturday night. The peak return flow has passed, with traffic managed through measures like one-way systems and contraflows.

Dilaporkan oleh AI

PT Kereta Api Indonesia reports that as of February 21, 2026, 1.58 million train tickets for the Lebaran mudik period from March 11 to April 1 have been sold out of 3.87 million total seats. Occupancy stands at 40.87 percent, leaving 2.2 million seats available. The government offers a 30 percent discount for economy trains from March 14 to 29.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak