Dampak finansial kerusakan hujan es pada bangunan melonjak selama dua dekade terakhir. Peneliti menggunakan metode ekstrem untuk mempelajari bagaimana badai ini menyebabkan kehancuran. Andrew Shick dari Roofing USA menggambarkan keadaan pasca-bencana sebagai mencengangkan, dengan rumah-rumah berlubang seperti tembakan senapan.
Badai hujan es telah menjadi masalah miliaran dolar bagi sektor perumahan, dengan biaya kerusakan yang meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan ini mendorong para ilmuwan melakukan eksperimen ketat untuk memahami mekanisme kekuatan destruktif hujan es terhadap struktur bangunan.
Andrew Shick, pemilik dan CEO Roofing USA berbasis di Illinois, menyaksikan kehancuran secara langsung. Setelah badai besar, ia mengemudi melalui pinggiran kota yang terdampak dan mengamati dampak hujan es, yang meninggalkan bekas pada rumah seperti tembakan senapan. Tingkat keparahan kerusakan ini menekankan ancaman yang semakin besar dari peristiwa cuaca ekstrem.
Pengamatan ini menyoroti perlunya pemahaman yang lebih baik dan strategi mitigasi. Saat pola iklim berubah, penelitian semacam ini menjadi krusial untuk melindungi properti dan mengurangi kerugian ekonomi. Uji ekstrem mengungkap intensitas kekuatan hujan es, menjelaskan mengapa biaya perbaikan dan asuransi terus meningkat.