U.S. Immigration and Customs Enforcement telah mengajukan detainer imigrasi untuk Mena Mohsen Farez Nmn Awad, warga negara Mesir berusia 31 tahun yang dituduh di Nashville atas pemerkosaan berat, perampokan berat, dan penganiayaan berat. Polisi Nashville mengatakan Awad ditangkap di sebuah hotel di Louisville, Kentucky, setelah penyidik melacaknya ke sana setelah dugaan serangan Malam Tahun Baru terhadap seorang gadis berusia 16 tahun.
Polisi Metro Nashville mengatakan seorang gadis berusia 16 tahun melaporkan dilecehkan secara seksual di apartemennya di Millwood Drive pada pagi hari 31 Desember 2025. Menurut rilis media Departemen Polisi Metropolitan Nashville, detektif menduga bahwa Mena Awad, 31 tahun, memasuki apartemen korban yang tidak terkunci sekitar pukul 7 pagi dan memperkosanya di kamar tidurnya. Polisi mengatakan remaja itu memberi tahu penyidik bahwa dia tidak mengenal tersangka dan melaporkan bahwa dia membawa senjata api dan pisau. Polisi meminta bantuan publik untuk menemukan Awad pada awal Januari. Polisi Nashville kemudian mengatakan dia ditangkap di Louisville, Kentucky, di mana petugas menemukannya di sebuah hotel setelah detektif Metro Nashville mengembangkan informasi yang menunjukkan dia telah bepergian ke sana. Polisi mengatakan kepulangannya ke Nashville masih menunggu pada saat pengumuman. The Daily Wire melaporkan bahwa ICE mengajukan detainer imigrasi setelah penangkapan Awad dan bahwa Awad adalah warga negara Mesir yang memasuki Amerika Serikat pada 2017 melalui program Diversity Visa (lotre green card). Media tersebut juga melaporkan bahwa dia kemudian kehilangan status imigrasi yang sah setelah hukuman pidana. Secara terpisah, pemerintahan Trump menghentikan program Diversity Immigrant Visa pada Desember 2025, setelah kasus penembakan profil tinggi di mana pihak berwenang mengatakan tersangka memperoleh residensi permanen melalui lotre. Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan penghentian tersebut dimaksudkan untuk memungkinkan tinjauan terhadap proses vetting dan perlindungan program. Dalam pernyataan kepada The Daily Wire, Sekretaris Bantu DHS Tricia McLaughlin mengkritik lotre keragaman dan mengatakan ICE mengajukan detainer untuk mencegah pembebasan Awad sementara kasus pidana berlanjut. Tuduhan Awad di Nashville mencakup pemerkosaan berat, perampokan berat, dan penganiayaan berat, menurut polisi dan dokumen pengadilan yang dikutip oleh media lokal. Tuduhan tersebut belum terbukti di pengadilan.