Saham perusahaan obat India turun pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif sebesar 100 persen untuk obat generik. Kebijakan ini menargetkan perusahaan-perusahaan dengan eksposur besar ke pasar AS.
Indeks Nifty Pharma mencatatkan penurunan signifikan, sementara indeks Nifty 50 yang lebih luas juga ikut melemah. Para analis menyarankan investor untuk mengalihkan fokus ke perusahaan farmasi India yang berorientasi domestik.
Tarif yang diusulkan tersebut diperkirakan akan memengaruhi pemain besar termasuk Lupin, Aurobindo Pharma, Piramal Pharma, Ajanta Pharma, dan Alembic Pharmaceuticals. Negosiasi masih mungkin terjadi karena India merupakan pemasok obat-obatan terjangkau bagi AS.
Para pengamat pasar mencatat bahwa pengumuman ini telah memicu penilaian ulang terhadap risiko pendapatan bagi produsen obat yang sangat bergantung pada ekspor.